Satu Per Satu Bukti Kejahatan Kelompok MIT Poso Terungkap

0
189
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menunjukkan foto kerangka tulang almarhum Agus Pananto, korban pembunuhan kelompok MIT di Mapolda Sulteng di Palu, Jumat (16/9/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto menunjukkan foto kerangka tulang almarhum Agus Pananto, korban pembunuhan kelompok MIT di Mapolda Sulteng di Palu, Jumat (16/9/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Pasca tertangkapnya sejumlah Daftar Pencarian Orang (DPO) anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), satu per satu bukti kejahatan yang dilakukan terungkap. Teranyar adalah penemuan kerangka Agus Ponanto di Desa Salumbanga, Kabupaten Parigi Moutong.

Pembunuhan Agus Ponanto (58 tahun) pada 25 September 2015 lalu dan sempat menjadi viral itu dilakukan oleh Yono Sayur yang kini masih menjadi DPO. Pembunuhan itu juga melibatkan Salman yang sudah ditangkap dan Barok yang hingga kini juga masih dalam perburuan. Salman menjadi kameramen aksi itu, sedangkan Barok memegangi korban.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, sejauh ini sudah ada empat jenazah yang diidentifikasi di tiga lokasi. Ketiag lokasi itu masing-masing di Salumbanga, Sausu, Parigi Moutong, Wuasa Lore Utara dan Tamandua Poso.

”Tiga jenazah lainnya masih dicari titiknya atau lokasinya oleh Satgas Tinombala. Nantinya jika sudah ketemu dan akan diangkat untuk diidentifikasi. Setelah itu dimakamkan kembali dan bila ada keluarganya yang ingin mengambilnya akan kami serahkan untuk dimakamkan secara layak,” imbuh Hari.

Selain jenazah tersebut, dari interogasi sementara yang dilakukan dari sejumlah DPO yang tertangkap dan menyerah diketahui pula jika salah seorang DPO lainnya, yakni Salim sempat menyimpan bom rakitan di daerah Wuasa sebelum tertangkap.

“Bomnya sudah ditemukan dan sudah dievakuasi,” tambah Hari sembari menunjukkan foto bom yang dimaksud.

Begitu pula dengan senjata Andika yang sempat tercebur ke sungai saat jenazahnya ditemukan mengapung di Sungai juga sudah ditemukan, termasuk perlengkapan yang dibawanya.

Sementara itu, aparat juga masih terus melakukan pencarian senjata yang dipegang oleh Basri yang dibuang ke sungai saat akan ditangkap. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here