Ditahan di Polda Sulteng, Basri Mengaku Diperlakukan dengan Baik

0
242
Basri alias Bagong, orang kedua setelah Santoso di kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertangkap Satgas Operasi Tinombala  di Mapolda Sulteng di Palu, Jumat (16/9/2016). Ia menepis isu mendapatkan perlakuan keji sejak ditahan. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Basri alias Bagong, orang kedua setelah Santoso di kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertangkap Satgas Operasi Tinombala di Mapolda Sulteng di Palu, Jumat (16/9/2016). Ia menepis isu mendapatkan perlakuan keji sejak ditahan. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Pasca tertangkap oleh Satgas Operasi Tinombala Rabu (14/9/2016) lalu, orang kedua di Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Basri alias Bagong mulai menjalani pemeriksaan di Polda Sulteng.

Sebelum diperiksa, Basri sempat diperlihatkan kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Jumat (16/9/2016). Secara umum Basri tampak dalam kondisi baik, sehat dan bugar. Rambutnya yang saat ditangkap cukup panjang alias gondrong, sejak Jumat tersebut terlihat sudah dipotong.

Seperti sebelumnya, Basri terus saja memperlihatkan senyumnya, baik kepada aparat maupun kepada sejumlah wartawan yang mengambil gambarnya. “Saya baru habis makan, ayam goreng,” ujar Basri kepada wartawan saat ditanya soal makanan. “Makanan disini berlimpah-limpah, sampai saya tolak-tolak karena terlalu sering,” aku Basri.

Basri juga menepis anggapan di luar seolah sejak ditahan ia mendapat perlakuan keji dan tidak manusiawi. Basri bahkan mengangkat kedua tangannya memperlihatkan kuku-kukunya yang masih utuh. Menurutnya, informasi yang beredar di luar kalau kukunya habis dicabuti tidak benar. “Ini kuku saya utuh semua,”ujarnya sembari memperlihatkan kedua tangannya kepada wartawan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra didampingi Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, perlakuan Basri tetap sesuai dengan prosedur dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM. “Jadi tidak betul isu di luar kalau Basri diperlakukan tidak manusiawi. Anda bisa lihat sendiri bagaimana keadaan basri sekarang kan,” ujarnya.

Helmi mengatakan, ini juga sesuai dengan janji Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi yang akan memperlakukan seluruh DPO yang tertangkap dan menyerahkan diri dengan baik dan sesuai aturan. “Ini janji bapak Kapolda dan kita sudah implementasikan,” imbuhnya.

Pihak kepolisian masih akan menggali keterangan dari Basri, terkait senjata api yang selama ini dipegangnya. Informasi yang diperoleh, senjata yang biasanya dibawa Basri seperti dalam gambar-gamabr yang beredar di media social sempat dibuang ke sungai saat akan ditangkap oleh Satgas Tinombala. Senjata itu kini sedang dalam pencaraian Satgas Tinombala di Sungai Puna, Poso Pesisir Selatan, Poso.

Terkait dengan pemeriksaan Basri, baik Helmi Kwarta maupun Hari Suprapto menyebutkan bahwa untuk sementara ini masih dilakukan di Polda Sulteng. “Jika diminta, tentu akan kita bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tapi untuk sementara masih di Polda Sulteng,” sebutnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here