Tertangkap, Basri Jalani Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara Palu

0
195
Basri alias Bagong menjalani pemeriksaana kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/9/2016). Satgas Tinombala berhasil menangkap Basri di Desa Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Rabu (14/9) sekitar pukul 09.30 Wita tanpa kontak senjata. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Basri alias Bagong menjalani pemeriksaana kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (14/9/2016). Satgas Tinombala berhasil menangkap Basri di Desa Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso pada Rabu (14/9) sekitar pukul 09.30 Wita tanpa kontak senjata. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Basri alias Bagong, salah seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kelopok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertangkap di Dea Tamanjeka, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sualwesi Tengah pada Rabu (14/9/2016) pagi, kini menjalani perawatan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palu.

Basri alias Bagong yang merupakan oarng kedua setelah Santoso di kelompok MIT tiba di RS Bhayangkara Palu sekitar pukul 16.30 Wita dikawal aparat bersenjata dipimpin AKP Guruh. Begitu tiba, Basri langsung masuk ke ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah sakit tersebut.

Sebelum digiring masuk ke IGD, begitu turun dari kendaraan Avanza putih yang mengantarnya, Basri yang terlihat berambut gondrong dan berjanggut itu sempat melemparkan senyum kepada sejumlah awak media yang telah menunggunya di depan rumah sakit tersebut.

Basri kemudian masuk ke salah satu ruang yang sudah disiapkan dan sejumlah petugas medis langsung bekerja memeriksa kondisi kesehatannya.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto disela-sela pemeriksaan itu menyatakan, Basri belum dimintai keterangan terkait keterlibatannya dengan kelompok MIT. “Kesehatannya kita periksa dulu. Setelah itu kondisi psikisnya juga akan kita periksa. Setelah itu baru kita mintai keterangan,” terang Hari Suprapto.

Hari menegaskan, tidak ada kontak senjata saat penangkapan Basri. “Ini juga pesan Kapolda agar jika para DPO tersebut tidak memiliki senjata, agar aparat juga tidak menggunakan senjata,”ujar Hari.

Ia juga menunjukkan kondis Basri yang secara fisik terlihat dalam keadaan baik. “Silakan dilihat, Basri dalam kondis baik dan kami juga perlakukannya dengan baik sesuai janji Kapolda,” tegasnya.

Rencananya, jika pemeriksaan kesehatan dan kejiwaan sudah selesai, pemeriksaan akan dilakukan. “Pemeriksaan akan di lakukan di Palu, kalau diminta baru kita serahkan ke Jakarta,” imbuh Hari lagi. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here