Komunitas Mural Palu Inginkan Tembok-Tembok Kota Bernuansa Seni

0
1043
Seniman dari Komunitas Seni Mural Palu membuat mural bertema lingkungan di Lorong Bakso Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (7/9/2016).  (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Seniman dari Komunitas Seni Mural Palu membuat mural bertema lingkungan di Lorong Bakso Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (7/9/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Sumpek dengan kekumuhan yang terkesan ketika melewati jalan-jalan dan gang-gang di Kota Palu, maka Komunitas Mural Palu tergerak untuk mengubahnya agar bernilai estetis. Caranya, dengan membuat mural di sepanjang dinding tersebut.

Sebagai awal, dinding tembok yang ada di sepanjang Lorong Bakso, Besusu Timur mulai digarapnya. Aneka mural yang bernuansa budaya dan lingkungan mulai dikerjakan dengan meliabtkan puluhan pekerja seni mural dibawah komand seniman Endeng Mursalim.

“Banyak yang menilai Lorong Bakso ini kumuh oleh masyarakat. Nah kami dari komunitas mural mencoba menghilangkan kesan itu dengan membuat mural. Kami berhaarp, dengan mural yang dituangkan ini kesan kumuh itu hilang dengan sentuhan seni,” kata Endeng di sela-sela seduhan kopi usai membuat mural di tempat tersebut.

Endeng bermimpi, bukan hanya tembok di Lorong Bakso ini yang disentuh dengan mural, tetapi jika bisa seluruh tembok yang ada di Palu ini. “Dari pada hanya habis di coret-coret dan aksi vandalisme yang tidak jelas dan bikin kumuh, kenapa tidak kita beri sentuhan seni agar lebih bernilai estetik,” ujarnya.

Ia mengaku, aksi dilakukan hanya panggilan nurani. Tidak ada katanya sponsorhip atau lembaga yang secara khusus mendanainya. Aksi itu adalah aksi swadaya dan spontanitas seniman mural di Palu. “Ada yang kasi sumbangan, tapi sifatnya pribadi, tidak mengatasnamakan lembaganya. Partisipasi itu adalah wujud kepedulian bersangkutan atas keindahankota ini,” jelas Endeng sembari menunjuk sekardus air dalamkemasan yang baru saja diserahkan seorang partisipan.

Aksi muralisasi tembok Palu ini tidak dilakukan di Lorong Bakso itu saja, sebelumnya di kolong jembatan Palu IV, Endeng juga membuat mural dokar yang dipadukan dengan seni instalasi. Hasilnya, unik dan tak sedikit warga yang datang ke tempat itu walau hanya sekadar untuk berfoto.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here