Breakthrough Prize Undang Pelajar Seluruh Dunia Berkompetisi Sains

Siapkan Hadiah $400.000 Dalam Bentuk Beasiswa

Breakthrough-1SAN FRANCISCO, beritapalu.NET | Breakthrough Prize Foundation hari ini mengumumkan peluncuran ajang tahunan Breakthrough Junior Challenge yang kedua, lomba bagi pelajar dalam bidang ilmu pengetahuan dan matematika yang dirancang untuk memberi inspirasi bagi pemikiran kreatif (creative thinking) tentang sejumlah konsep dasar tentang ilmu pengetahuan alam, fisika atau matematika.

“Ajang Breakthrough Junior Challenge mendorong sejumlah ilmuwan dan pemimpin generasi baru dalam membantu kita menyaksikan berbagai prinsip ilmiah dengan cara baru dan lebih ringan,” jelas salah satu Pendiri Breakthrough Prize Dr. Priscilla Chan. “Kami berharap agar para pelajar dari segala penjuru dunia bisa ikut serta dalam Breakthrough Junior Challenge, dan saya menyambut baik kesempatan menyaksikan karya yang menakjubkan. Seperti tahun lalu, berbagai cara pandang dan pemikiran inovatif dari para pelajar ini mampu mengajari kita semua arti penting prinsip-prinsip ilmiah yang rumit dalam keseharian kita.”

Para pelajar berusia 13-18 tahun di dunia diajak untuk menciptakan karya video yang asli (berdurasi hingga lima menit) yang dapat menggambarkan konsep atau teori ilmu pengetahuan alam, fisika atau matematika. Karya video itu akan dinilai berdasarkan kemampuan para pelajar dalam mengomunikasikan ide-ide ilmiah yang rumit dalam cara-cara yang menarik, memberikan inspirasi dan imajinatif. Batas akhir pengiriman video adalah 10 Oktober 2016. Para pelajar harus mendaftarkan diri untuk bisa mengikuti lomba ini di www.breakthroughjuniorchallenge.org.

Pemenang akan dimunculkan dan diberi beasiswa senilai $250.000. Guru ilmu pengetahuan alam yang memberi inspirasi kepada pelajar yang menjadi pemenang akan memenangkan $50.000. Sekolah asal pemenang tersebut juga akan menerima laboratorium ilmu pengetahuan alam yang canggih, senilai $100.000.

Baru berlaku pada tahun ini, Breakthrough Junior Challenge akan menggunakan metode “Popular Vote”. Video yang menjadi semifinalis akan ditayangkan untuk publik pada lama Facebook Breakthrough Prize, dan video yang memperoleh jumlah “likes” terbanyak akan diumumkan sebagai peraih “Popular Vote” terbaik. Pemenang “Popular Vote” akan lolos secara otomatis ke babak final, serta akan bersaing menjadi pemenang umum.

Tahun lalu, pemenang lomba adalah Ryan Chester, pelajar berusia 18 tahun dari North Royalton High School, Ohio. Video Ryan berjudul “Some Cool Ways to Understand the Special Theory of Relativity and What It Means About Time,” mengulas teori relativitas khusus dari Albert Einstein dan para juri menganggap video ini sebagai karya yang cerdas, lugas dan kreatif. Video ini juga menyedot perhatian dunia, dan meraih empat juta penayangan secara daring. Pada September, Ryan akan menempuh kuliah di Harvard University.

“Keberhasilan memenangi Breakthrough Junior Challenge telah mengubah hidup saya, khususnya membuka berbagai kesempatan baru untuk menempuh kuliah. Saya awalnya ingin menempuh kuliah di perguruan tinggi milik pemerintah di Ohio. Itu adalah pilihan yang paling terjangkau. Setelah memenangi lomba, kuliah di mana pun bisa dipilih. Kini, saya akan kuliah di Harvard yang sebelumnya tak pernah terpikirkan,” kata Chester. “Nasihat saya bagi peserta yang memenuhi persyaratan, coba melakukan kajian Anda. Sebaiknya, Anda memastikan untuk memahami topik lebih baik dari yang seharusnya. Dan, coba menambahkan hal-hal yang jenaka.”

Pada 2015, lomba ini menerima lebih dari 2.000 pendaftaran dari peserta yang memenuhi persyaratan, dari 86 negara secara keseluruhan, termasuk Amerika Serikat, India, Meksiko, Kanada, Inggris Raya, Australia, Tiongkok, Jepang, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brazil, Thailand, Turki, Vietnam, Norwegia, Perancis, Israel dan Peru.

“Ajang Breakthrough Junior Challenge tidak seperti kompetisi pelajar lainnya di dunia, dan banyaknya respons positif saat lomba pertama kali dilakukan menjadi bukti nyata,” jelas Juri Breakthrough Junior Challenge, penulis dan pendidik Lucy Hawking. “Lebih dari 2.000 pelajar mengirim berbagai video yang unik dan cerdas. Saya pun tak sabar melihat karya-karya dari angkatan selanjutnya. Saya sangat senang dengan perkembangan pemenang tahun lalu, Ryan Chester, dan menyambut baik kesempatan melihat karya-karya peserta tahun berikutnya. Saya merasa terhormat bisa bergabung kembali dalam panel juri.”

Pemenang Breakthrough Junior Challenge tahun ini akan diumumkan dalam upacara pemberian penghargaan Breakthrough Prize di Silicon Valley. Pelajar yang muncul sebagai pemenang beserta gurunya akan diumumkan dan videonya akan dipertontonkan dalam program acara televisi nasional. Rincian acara ini akan diumumkan pada beberapa waktu lagi.

“Ketika para pelajar ditantang membuat video yang menjelaskan berbagai konsep penting dalam ilmu pengetahuan dan matematika, serta video yang relevan dan menarik bagi masyarakat umum, maka keseluruhan ilmu pengetahuan akan lebih mudah diakses bagi semua orang. Hal ini juga mematahkan mitos tentang siapa yang bisa dan sebaiknya “berkutat dengan ilmu pengetahuan”, ujar Dr. Mae Jemison, ahli science literacy, mantan astronot dan seorang Principal dalam 100 Year Starship, sebuah inisiatif global yang independen dan bertujuan memastikan manusia mampu melakukan penjelajahan ke luar sistem tata surya, menuju sistem bintang yang lain dalam tempo 100 tahun ke depan. “Secara khusus, saya sangat gembira bisa menjadi seorang juri dalam ajang Breakthrough Junior Challenge, sebab akses, keterlibatan dan upaya mematahkan mitos seputar ilmu pengetahuan berperan penting terhadap komitmen saya yang sudah berjalan lama untuk meningkatkan pendidikan tentang ilmu pengetahuan dan literasi.”

Kiriman video berdurasi singkat akan diniliai oleh para peraih anugerah Breakthrough Prize dan tokoh-tokoh lain dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan dari berbagai lembaga yang menjadi mitra kerja, The Khan Academy. Selain merancang dan membuat karya video asli, para pelajar akan berkesempatan untuk ikut-serta dalam metode penilaian secara peer-to-peer bersama dengan rekan-rekannya yang juga mengirimkan karya video.

“Kami bangga bisa bekerja sama kembali dengan Breakthrough Prize dalam ajang Breakthrough Junior Challenge,” tutur Pendiri Khan Academy, Sal Khan. “Membuat video yang jernih dan menarik serta menjelaskan konsep rumit menjadi cara terbaik untuk mempertontonkan keahlian dan juga membantu orang lain guna memahami dan mencintai suatu bidang.”

Ajang Breakthrough Junior Challenge didanai oleh Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan, serta Yuri dan Julia Milner, melalui Breakthrough Prize Foundation, bersumber dari dana hibah dari dana investasi Mark Zuckerberg di Silicon Valley Community Foundation beserta Milner Global Foundation.

Breakthrough Junior Challenge merupakan inisiatif dunia untuk mengembangkan dan mempertontonkan pengetahuan generasi muda tentang ilmu pengetahuan dan prinsip ilmiah; meningkatkan ketertarikan pada bidang tersebut; mendukung pilihan karier dalam bidang STEM; serta merangsang imajinasi serta minat masyarakat umum terhadap konsep-konsep umum ilmu pengetahuan.

The Breakthrough Prize

Didirikan pada 2012 oleh Sergey Brin dan Anne Wojcicki, Yuri dan Julia Milner, serta Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan, Breakthrough Prize merupakan  ajang penghargaan tahunan yang mengapresiasi pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan alam, fisika dan matematika. Anugerah ini bertujuan untuk menjunjung tinggi para ilmuwan dan mendorong minat orang untuk menempuh karier dalam bidang ilmu pengetahuan. Pemenang setiap penghargaan dipilih oleh Komite Seleksi terkait yang terdiri dari penerima penghargaan sebelumnya. Pada November 2014, dua dari pendiri ajang penghargaan ini, Yuri Milner dan Mark Zuckerberg, mengumumkan anugerah “New Horizons in Mathematics Prize” bagi para ahli matematika mendatang, bersanding dengan anugerah New Horizons in Physics Prize. (PR Newswire)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here