Tingkatkan Kapasitas Dalam Isu Lingkungan, AJI Palu Gelar Training Jurnalis

0
166
Ketua AJI Palu Muhammad Iqbal Rasyid (kanan) pada pembukaan Pelatihan Peran Pers Mendorong Perdamaian dalam Konteks Politik dan Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam di Palu, Senin (29/8/2016) malam. (Foto: beritapalu.NET/iwan)
Ketua AJI Palu Muhammad Iqbal Rasyid (kanan) pada pembukaan Pelatihan Peran Pers Mendorong Perdamaian dalam Konteks Politik dan Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam di Palu, Senin (29/8/2016) malam. (Foto: beritapalu.NET/iwan)

PALU, beritapalu.NET | Untuk meningkatkan pemahaman jurnalis di  Sulawesi Tengah dalam isu lingkungan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu bersama Development and Peace melaksanakan Training Jurnalistik yang bertema “Peran Pers Mendorong Perdamaian dalam Konteks Politik dan Konflik Pengelolaan Sumber Daya Alam”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Best Western Jalan Basuki Rahmat Tatura Palu, Senin (29/8/2016).

Ketua AJI Kota Palu Muhammad Iqbal Rasyid mengatakan isu pengelolaan sumber daya alam di Sulawesi Tengah sangatlah dekat dengan jurnalis maupun media. Untuk itu sangatlah penting jurnalis lebih memahami problematikanya.

“Program ini sudah kami lakukan sejak 2 tahun terakhir, kali ini adalah lanjutan dari program sebelumnya. Mudah-mudahan ini bisa membantu kawan kawan dalam menjalankan aktifitasnya sehari hari,” kata Iqbal yang juga Pimpinan Redaksi Radar TV di sela-sela pembukaan kegiatan.

Program manager DnP AJI Palu, Yardin Hasan menyebutkan, pelatihan ini sangatlah relevan dengan jurnalis dan juga media.  Salah satu alasannya karena daerah ini menjadi daerah penghasil tambang yang cukup besar. Potensi konfliknyapun cukup signifikan.

“Apalagi sumbangan pendapatan terbesar yang di peroleh pemerintah Sulawesi Tengah tahun 2015 lalu berasal dari sektor pertambangan, ” kata jurnalis koran harian Palu Ekspress Palu ini.

Yardin menambahkan dua hal penting yang harus di perhatikan, karena di media saat ini terkadang masih ada yang menganggap isu lingkungan bukan suatu liputan yang seksi dan menjual. Selain itu pula masih kekurangan dalam mencari nara sumber yang memahami betul tentang isu lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam.

Peserta pelatihan ini berasal dari media dan jurnalis televisi lokal, cetak dan radio yang berada di Sulawesi Tengah. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here