Published On: Tue, Aug 30th, 2016

Belum Ditertibkan, Kawasan Tambang Emas Liar Dongi-Dongi Sudah “Kosong”

Kawasan Dongi-Dongi yang osong ditinggalkan penambang emas liar, Senin (29/8/2016).(Foto: beritapalu.NET/Iwan)

Kawasan Dongi-Dongi yang osong ditinggalkan penambang emas liar, Senin (29/8/2016).(Foto: beritapalu.NET/Iwan)

PALU, beritapalu.NET | Maklumat Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi yang meminta para penambang emas liar meninggalkan kawasan Dongi-Dongi sebelum dilakukan penindakan tegas ternyata cukup efektif. Buktinya, sehari sebelum langkah penindakan itu, kawasan tersebut sudah “kosong” ditinggal penambang emas liar.

Pantauan beitapalu.NET di kawasan tersebut Senin (29/8/2016) menunjukkan, kawasan yang sebelumnya diramaikan oleh ribuan penambang dari berbagai daerah itu kini “kosong” melompong. Yang tersisa hanya sisa lubang-lubang bekas galian.

Pemandangan itu sangat berbeda dengan sebelumnya dimana kawasan itu tampak seperti “pasar”, hiruk pikuk penambang emas sangat riuh. Demikian pula aktivitas pengangkutan ref atau bahan galian mengandung emas yang dipikul oleh para pekerja.

Sejumlah warga di sekitar kawasan itu mengaku, sehari sebelum deadline itu tiba, para penambang emas liar itu focus pada pengangkutan ref. “Mereka mengumpulkan dan setelah waktu-waktu terakhir baru kegiatannya mengangkut ref saja. Tidak ada lagi yang menggali, semuanya hanya mengangkut ref,” ujar warga.

Sesuai dengan Maklumat yang dikeluarkan Kapolda Sulteng, para penambang emas liar itu diberi waktu hingga 29 Agustus untuk keluar dari kawasan yang masuk Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) itu. Mereka yang tidak mengindahkan maklumat itu akan ditindak dengan tegas.

Polisi bersama TNI dan pihak terkait berencana menurunkan seribuan personel untuk melakukan penertiban. Petugas dalam penertiban itu tidak hanya akan mengusir penambang emas liar itu secara paksa, teapi juga sekaligus melakukan rehabilitasi lahan yang sudah rusak, seperti menimbun bekas-bekas penggalian.

Setidaknya ada empat alat alat berat jenis eskavator dikerahkan untuk melakukan penutupan bekas galian. Tak hanya itu, sisa-sisa bahan galian jga akan ditimbun untuk mengembalikan lahan yang sudah rusak tersebut.

Sementara itu, sejumlah warga lainnya mengemukan bahwa “kosongnya” kawasan itu hanya bersifat sementara saja. Ketika tindakan penertiban selesai dilakukan, maka diperkirakan aktivitas penambangan emas liar itu kembali akan sepert semula.

“Sama seperti sebelumnya, kalau tidak ada lagi aparat, para penambang pasti masuk lagi,” ujar warga lainnya.

Dari penelusuran yang dilakukan, sejumlah penambang emas liar itu keluar dari kawasan itu namun tidak lagsung pulang ke kampung halamannya yang rata-rata berada di luar Sulteng. Mereka menginap atau mondok sementara di desa-desa terdekat dari wilayah itu.

“Mereka itu hanya tinggal menunggu kesempatan. Kala anggaran penertiban sudah habis lagi, aparat pasti tidak berjaga lagi. Kalau tidak ada penjagaan lagi, mereka akan kembali lagi,” ujarnya. (afd/wan)

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>