Pemkot dan IAIN Palu Segera Wujudkan Kecamatan Religi

0
222
Pertemuan antara Pemkot dan IAIN Palu membaha naskah MOU pembentukan kecamatan Religi Palu barat, Kamis (25/8/2016). (Foto: Amad)
Pertemuan antara Pemkot dan IAIN Palu membaha naskah MOU pembentukan kecamatan Religi Palu barat, Kamis (25/8/2016). (Foto: Amad)

PALU, beritapalu.NET | Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu segera mewujudkan Kecamatan Palu Barat sebagai kawasan religi.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Palu, Arfan menyebutkan, realisasi itu diawali dengan penandatangan memorandum Of Understanding (MoU) sebagai penguatan kerjasama.

“Iya, gagasan dan ide serta bentuk-bentuk program yang ditawarkan oleh IAIN Palu, termuat dalam MoU yang nantinya akan ditandatangani oleh Wali Kota dan Rektor IAIN,” ungkap Arfan, Kamis (25/8/2016).

Kata Arfan penandatangan MoU antara kedua belah pihak, akan dilaksanakan pada pembukaan Festival Palu Pesona Nomomi (FPPN) pada bulan September 2016, untuk segera ditindak lanjuti dengan kerja – kerja yang maksimal.

Ia menjelaskan bahwa kecamatan religi merupakan salah sub yang tertera dalam MoU tersebut, untuk dilaksanakan didukung dengan beberapa program lainnya diantaranya yakni pembinaan majelis ta’lim, pembinaan generasi muda, penelitian situs Datokarama, pendidikan baca tulis alquran serta pembinaan remaja islam masjid dan khalaqah.

Program – program tersebut, sebutnya harus menjadi prioritas dalam implementasi kerjasama dua belah pihak, agar komitmen yang dibangun dapat membuahkan hasil secara maksimal dan tidak sebatas konsep semata.

“Sejauh ini Pemkot Palu telah membangun kerjasama atau MoU dengan berbagai pihak, namun hanya sampai di MoU tidak diikutkan dengan kegiatan yang nampak di lapangan. Nah, kita tidak inginkan seperti itu lagi,” tekannya.

Terkait hal itu kepala Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Palu, Rusli Takunas, mengakui bahwa pihaknya telah memberikan draf MoU yang isinya meliputi program nonfisik yaitu, kecamatan religi, pembinaan keagamaan baca tulis alquran.

Selain itu, urai dia,  penelitian dan pencanangan makam datokarama sebagai situs religi, program study Islam intensif Khalaqah, revitalisasi forum pembaharuan untuk toleransi umat beragama, pembinaan remaja Islam masjid yang didampingi oleh sarjana lulusan IAIN, pembinaan mental masyarakat serta mewujudkan lingkungan religi.

“Poin-poin program tersebut merupakan turunan dari kecamatan religi, yang bertujuan untuk menampakkan kecamatan religi itu sendiri. Dimana, kecamatan religi tidak sekedar nama, tetapi perlu adanya pembinaan berbasis keagamaan,” jelasnya. (mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here