Forki Sulteng Apresiasi Atletnya yang Raih Emas di Panglima TNI Cup

Emas bagi Forki Sulteng yang dipersemahkan oleh Kasim di Kejuaraan Karate Panglima TNI Cup di Cilangkap. (Foto: erick)
Emas bagi Forki Sulteng yang dipersemahkan oleh Kasim di Kejuaraan Karate Panglima TNI Cup di Cilangkap. (Foto: erick)

PALU, beritapalu.NET | Prestasi atlet-atlet cabang olah raga karate dari Sulawesi Tengah terus memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Hal itu dibuktikan dengan perolehan medali emas yang diraih salah satu atlet dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sulawesi Tengah belum lama ini. Medali emas ini diraih oleh Kasim pada kelas 75 kilogram.

Ketua FORKI Sulteng Ahmad M.Ali yang juga anggota Komisi V DPR RI memberikan apresiasi terhadap keberhasilan salah satu atlit binaan yang meraih medali emas di hari pertama Kejuaran Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI-IV Tahun 2016. Kejuaraan ini digelar pada tanggal 19-21 Agustus 2016 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Prestasi atlet FORKI ini terus berkembang sejak ditangani serius oleh Ahmad M Ali. Politisi Nasdem itu memimpin salah satu organisasi karate terbesar di Sulawesi Tengah tersebut, belum cukup se tahun, namun sudah memperlihatkan perkembangan yang positif.

Ahmad M Ali juga menyampaikan, bahwa medali ini merupakan buah dari kerjasama Danrem 132 Tadulako yang telah mengawal dan memfasilitasi atlit-atlit FORKI Sulteng.

“Saya berharap adik Kasim bisa masuk pelatnas tahun ini. Ia anak berbakat, juara Thailand Open, Kejurnas Tebing Tinggi dan sekarang Piala panglima,”ujarnya.

Beberapa bulan terakhir, Kasim terus mengukir prestasi pada tingkat nasional dan regional Asia Tenggara. Kesuksesan ini tidak terlepas dari giat FORKI Sulteng yang melakukan Pelatda hampir satu tahun terakhir.

Ahmad M. Ali berharap, prestasi ini terus dipertahankan agar bisa merebut medali yang sama pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) yang akan digelar di Kota Bandung pada iven berikutnya.

“Kita berharap, prestasi ini terus berkembang hingga maksimal pada Iven-iven yang lebih besar lagi,” terangnya.

Namun, anggota DPR RI dapil Sulteng ini juga mengingatkan bahwa, prestasi atlit-atlit harus terus dirawat dengan apresiasi yang seimbang. Menurut Ahmad Ali, pengalaman selama ini, banyak atlit-atlit berprestasi, sehingga banyak yang lari dan bermain untuk daerah lain.

Salah satu problem Sulteng selama ini adalah kurangnya apresiasi yang seimbang antara prestasi dengan apa yang didapatkan atlit. Pria yang akrab dipanggil Mat Sun ini memberikan contoh, beberapa atlet berprestasi pada gelaran PON lalu, sekarang justru bermain untuk DKI Jakarta,

“Dua atlet panjat tebing yang sekarang dipakai Kaltim anak dari Sulteng,” terangnya.

Padahal kata dia, mereka hanya butuh sentuhan sedikit dari pemerintah. Atlet kita tidak diharapkan memberikan prestasi. Tetapi mereka juga butuh jaminan masa depan secara pribadi, baik karir maupun ekonomi. Ahmad M. Ali berharap pemerintah daerah sekarang bisa membangun komitmen pada para atlet, agar prestasi olah raga Sulawesi Tengah dapat bersaing pada kancah nasional.

Untuk diketahui, turnamen Piala Panglima IV ini merupakan gelaran tahunan yang diikuti ribuan atlet karate dari seluruh wilayah di Indonesia. Tahun ini sebanyak 1.160 karateka mengikuti Kejuaraan Nasional Karate tersebut.(rick)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here