Buru Sisa DPO, TNI-Polri Bersama Komnas HAM Lakukan Upaya Persuasif

Satgas Operasi Tinombala melakukan pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk Poso di desa Sedoa, Lore, Poso, Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)
Satgas Operasi Tinombala melakukan pemeriksaan kendaraan yang keluar masuk Poso di desa Sedoa, Lore, Poso, Sulawesi Tengah. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET |  Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI bersama TNI/Polri beserta pemangku kepentingan lainya membangun kerja sama untuk perencanaan proses penyerahan diri terhadap 15 DPO terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tersisa di Poso, Sulawesi Tengah.

Aparat TNI/Polri terus melakukan berbagai upaya agar DPO tersebut untuk menyerahkan diri. Upaya itu diantaranya mengandeng Komnas HAM RI beserta stakeholder lainya untuk membangun kerja sama agar proses penyerahan diri bisa berjalan lancar, aman dan damai.

Menurut Kapolda Sulawesi Tengah yang juga Penanggungjawab Kendali Operasi (PJKO) Operasi Tinomba, saat ini tim telah melakukan koordinasi dan menyusun strategi agar ke 15 DPO itu turun gunung atau menyerahkan dirisehingga proses penyerahan diri bisa berjalan lancar dan damai.

Anggota Komnas HAM RI Siane Indriani mengungkapkan, strategi untuk membuat para DPO yang tersisa bisa menyerahkan diriitu tidak mudah. Sehingga tidak hanya TNI/Polri maupun Komnas HAM yang terlibat, namun juga peran dari pemangku kepentingan lainya seperti gubernur, bupati, keluarga DPO maupun masyarakat Poso.

Menurut Siane, poin terpenting dalam strategi ini adalah bagaimana para DPO yang tersisa tersebut dapat menyerahkan diri dan diperlakukan manusiawi serta menjunjung nilai-nilai HAM.

Tim ini akan turun ke wilayah Poso untuk melakukan assesment termasuk menemui semua pihak baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat. Tim akan mengkonkritkan strategi dan langkah ke depan yang komprehensif. Tim ini terdiri atas Komnas HAM, MER-C dan Satgas Operasi Tinombala.

Saat ini TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinomabala 2016 masih memburu 15 DPO terduga teroris kelompok MIT pimpinan Santoso yang tersisa di Poso, Sulawesi Tengah. Sebelumnya, satu persatu para DPO telah menyerahkan diri kepada aparat. (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here