Jenazah WNA Anggota Kelompok Santoso Diidentifikasi di RS Bhayangkara Palu

Petugas mengangkat kantong jenazah WNA anggota kelompok Santoso sesaat setelah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (18/8/2016) untuk diidentifikasi. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Jenazah anggota kelompok Santoso yang diduga Ibrohim, warga Uighur, Tiongkok yang tewas dalam kontak tembak antara tim Satgas Operasi Tinombala di dekat Pegunungan Padopi, Dusun Maros, Desa Kilo, Poso Pesisir Utara tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Kamis (18/8/2016).

Jenazah Warga Negara Asing (WNA) asal Turkistan, Xinjiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) suku Uighur ini tiba dirumah sakit menggunakan mobil ambulance dan dikawal oleh tim Satgas Tinombala.

Paska kontak senjata, tim evakuasi dari satgas Operasi Tinombala sempat menghentikan proses evakuasi jenazah terduga teroris di pegunungan Padopi karena kondisi medan yang sulit dan terjal. Tim Ssatgas kemudian kembali melakukan evakuasi jenazah warga Uighur pada Kamis (18/08/2016) pagi tadi dan jenazah baru tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Lalu sekitar pukul 17.30 wita.

Ibrohim tewas dalam kontak senjata di pegunungan Padopi, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah antara tim Satgas Tinombala dengan sisa-sisa kelompok Santoso. Ibrohim diperkirakan bergabung dengan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan mendiang Santoso pada  tahun 2013-2014 silam.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Helmi Kwarta Kusuma Putra selaku satgas III Operasi Tinombala mengatakan, saat ini jenazah sudah berada di instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara Palu dan langsung di lakukan otopsi terhadap jenazah tersebut termasuk cirri-ciri dan identitas jenazah.

Perburuan sisa-sisa kelompok Santoso dilakukan. Satu demi satu anggota kelompok sipil bersenjata ini menyerahkan diri kepada aparat satuan tugas operasi Tinombala dan juga tewas tertembak dalam kontak senjata.

Dari hasil operasi selama beberapa bulan terakhir, dipastikan bahwa sisa-sisa kelompok Santoso sudah kian terjepit di wilayah pegunungan Poso. Mereka makin kekurangan logistic sehingga memilih menyerah atau turun ke perkampungan terdekat untuk mencari bahan makanan.  (wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here