Paragliding Pre World Cup Sigi 2016 Dibuka, 112 Atlet Ambil Bagian

0
249
Atlet bersiap take off pada sesi latihan resmi Paragliding Pre-World Cup Sigi 2016 yang digelar di Pegunungan Matantimali, Desa Wayu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/8/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Atlet bersiap take off pada sesi latihan resmi Paragliding Pre-World Cup Sigi 2016 yang digelar di Pegunungan Matantimali, Desa Wayu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/8/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

SIGI, beritapalu.NET | Sedikitnya 112 atlet paralayang nasional dan manca negara ambil bagian dalam pra kejuaraan dunia paralayang yang dipusatkan di pegunungan Matantimali, Desa Wayu, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/8/2016).

Kejuaraan bertaraf internasional itu dibuka oleh Bupati Sigi Irwan Lapata dihadiri sejumlah petinggi daerah termasuk Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Dandim 1306/Donggala Letkol Kav. I Gede Masa, Kadis Priwisata Sulteng Norma Marjanu.

Sebelum dibuka, para peserta melakukan road show keliling Kota Palu dan Kabupaten Sigi menumpang kendaraan milik para anggota Indonesia Off Road Association (IOF).

Usai seremoni pembukaan, para peserta langsung bersiap-siap mengikuti sesi latihan resmi dipimpin oleh pengawas pertandingan. Pertandingan akan dilangsungkan keesokan harinya (Minggu, 14/8/2016).

Salah seorang pengawas pertandingan, Nicky Moss mengatakan, kejuaraan tersebut adalah seri ke-3 Pra Kejuaraan Dunia. Dua seri sebelumnya sudah dilaksanakan di Nepal dan Armenia. Usai seri ke-3 di Kabupaten Sigi ini, seri ke-4 atau seri terakhir nantinya akan dilaksanakan di Brazil.

Moss asal Inggris itu mengungkapkan, Matantimali menjadi temapt idela bagi para atlet paralayang. Bagaimana tidak katanya, lokasi Matantimali sangat mudah dijangkau dan menyediakan angin yang membuat para atlet dapat terbang setiap saat. Tak hanya itu, view yang disajikan sangat indah. “Its very beautiful,” sebutnya.

Menurutnya, tidak salah jika Matantimali dipercaya untuk menggelar event internasional tersebut karena memang sangat layak. “Pegunungan ini sangat cocok untuk pelaksanaan kejuaraan paralayang berskala besar atau internasional,” imbuhnya.

“Lokasi ini menurut saya paling bagus dan cocok untuk tempat dilaksanakan kejuaraan dunia karena kondisi alam dan cuaca sangat menunjang sekali. Orang sini harus bangga punya tempat begini,” sebut Nicky Moss.

Selain pra kejuaaan dunia, kejuaraan tersebut juga menjadi ajang bagi atlet nasional untuk memperbaiki peringkatnya. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here