Satgas Tinombala Terus Update Strateginya Agar DPO Turun Gunung

Polisi yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala yang berutgas di Poso. (Foto: ola)
Ilustrasi Polisi yang tergabung dalam Satgas Operasi Tinombala yang berutgas di Poso. (Foto: ola)

POSO, beritapalu.NET | Penanggung Jawab Komando Operasi Tinombala 2016, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengungkapkan, pihaknya terus melakukan perubahan strategi untuk memaksa para anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masih bersembunyi akan turun gunung.

Alhasil, dari strategi yang sudah diterapkan tersebut, sejumlah DPO benar-benar turun gunung. “Kenapa juga mereka bisa turun, kami dalam melakukan operasi ini selalu merubah strategi, karena tanpa kekuatan penuh dari pasukan, belum tentu mereka tidak akan turun gunung,” sebut Rudy di Poso sesaat akan bertolak ke Palu, Selasa (9/8/2016).

Ia mengatakan, sejak Operasi Tinombala dgelar, sedikitnya telah 25 orang DPO yang berhasil diamankan. Dari 25 orang tersebut, 16 di anataranya meninggal dunia termaksud pimpinannya Santoso alias Abu Wardah yang ditembak mati pada 18 Juli 2016 lalu bersama “kaki tangannya” Muchtar alias Kahar, di Pegunungan desa Kilo, Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Setelah kematian Santoso itu, tercata telah 3 orang DPO pula yang turun gunung dan menyerahkan diri pada satgas Tinombala.  Salah seorang dari ketiga orang yang menyerahkan diri tersebut adalah istri kedua dari almarhum Santoso yang di kenal dengan Jumiatun alias Umi Delima.

Dari data kepolisian, Jumiatun alias Umi delima turun gunung karena kelaparan dan meminta makan pada petani. Selain Jumiatun, ada Jumri alias Tamar yang menyerah pada 5 agustus 2016, dengan alasan rindu pada keluarganya. Setelah itu pada tangga 7 Agustus, Salman alias Upik juga ikut turun gunung dengan perantaraan keluarganya.

Sejauh ini kata Rudy, dari 41 DPO, tinggal 16 orang yang masih dalam tahap pengejaran. Ke 16 orang itu di antaranya Basri alias Bagong dan Ali Kalora yang dianggap orang berpengaruh dalam kelompok tersebut. Selain itu ada dua wanita yang juga masuk dalam DPO tersebut yaitu istri Ali Kalora dan Istri Basri. (aldi)

Berikut data dari Kepolisian daerah Sulawesi Tengah

  1. MD (meninggal dunia) :

-WNI

  1. RUDI – 1501
  2. UDIN@RAMBO – 0902.
  3. FARHAN 0902
  4. DODO @PONDA 2802.
  5. AHMAD MADURA 0703/ mayat.
  6. YUDHA BIMA @TIGER 2203.
  7. YASID TAUFIK 1505

8.FIRMAN @ ACO 2405

9.SUCIPTO @ UBAID 2405

10.SANTOSO @ ABU WARDAH 1807

  1. MUCHTAR @ KAHAR 1807

 

WNA CINA UIGHUR :

12 .ABD AZIS 1503.

  1. FARUQ MANGGALAZI 1503.
  2. ABD MALIK @NURETIN 1503/ mayat
  3. JOKO UIGHUR 2203
  4. MUSTAFA GENC @ MUS’AB

 

  1. HIDUP :

17.JAELANI 1202

  1. SYAMSUL @SAAT @ BROTHER 2103
  2. IBAD @AMRU 1604
  3. SONHAJI @ FAQIH.

21.IKHSAN MAULANS @ .AKIL 2504 – menyerahkan diri.

22.SAMIL @ NUNUNG 1606  – menyerahkan diri.

23.JUMIATUN@UMI DELIMA (2307) – menyerahkan diri.

24.JUMRI @ TAMAR 0508 – menyerahkan diri.

  1. SALMAN@ UPIK 0708 – menyerahkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here