Reses, Ahmad M. Ali Kunjungi Desa Kalumbatan di Bangkep

0
118
Anggota DPR RI, Ahmad M. Ali (tengah) saat reses di Desa Kalumbatan, Kecanatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Senin (8/8/2016). (Foto: Humas DPW Nasdem Sulteng).
Anggota DPR RI, Ahmad M. Ali (tengah) saat reses di Desa Kalumbatan, Kecanatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Senin (8/8/2016). (Foto: Humas DPW Nasdem Sulteng).

BANGGAI KEPULAUAN, beritapalu.NET | Memenuhi kewajibannya sebagai anggota DPR, Ahmad M. Ali yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Sulteng melakukan kunjungan ke Desa Kalumbatan, Kecanatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Senin (8/8/2016).

Ahmad beserta rombongan tiba di desa yang dihuni sekitar 5.000 jiwa dan berjarak kurang lebih 130 km dari kota Banggai Kepulauan itu menggunakan jalan darat selama dua Jam. Warga yang mayoritas bermata pencaharian sebagai nalayan ini menyambut kedatangannya dengan meriah.

Ahmad M Ali menjelaskan bahwa setiap anggota DPRRI wajib melakukan perjalanan reses ke daerah pemilihannya di setiap akhir masa sidang. Dia juga menjelaskan bahwa reses ini dimaksudkan dalam rangka melihat langsung proses pembangunan di daerah dan menghimpun usulan-usulan dan permasalahan-permasalahan masyarakat terkait pembangunan di daerah mereka.

Ahmad M Ali menyayangkan lambannya pembangunan di Bangkep, utamanya pembangunan infrastruktur penunjang kesejahteraan masyarakat. “Semalam saya sudah ditemui oleh Kadis Perhubungan menyampaikan usulannya. Itu pun, mereka menemui saya setelah saya mengundang mereka pada reses di Salakan. Saya juga heran, kenapa setiap saya reses jarang sekali ditemui oleh para Kepalah Daerah. Tapi bagi saya itu tidak penting, yang penting saya bisa bertemu langsung dengan masyarakat seperti ini. Dengan begini, saya bisa tau apa sesungguhnya yang menjadi masalah mereka,” uajr Ahmad di depan warga.

Pada sesi tanya jawab, berbagai keluhan, permasalahan dan usulan-usulan disampaikan masyarakat. Diantaranya, keluhan dan usulan yang disampaikan Minum Winter (ketua BPD Kalumbatan). Dia menceritakan, bagaimana desa mereka selalu mendapat ancaman gelombang karena berada di bibir pantai. Karena itu, dia mengusulkan agar di desa mereka perlu mendapat program tanggul penahan ombak dari pemerintah pusat.

Berbeda dengan Amadin Tauyo, Tokoh Masyarakat dari desa Kanali, kecamatan Totikum Selatan yang juga hadir. Dia mengaku kesal dengan berbagai janji politik yang disampakan oleh pemerintah. Dia menceritakan, berbagai janji politik seperti infrastruktur kelistrikan tidak pernah direalisasikan. Dengan penuh emosi Amadin Tauyo mengatakan “Lampu didesa kami sering mati. Hidup jam 06.00 wita, terus mati (padam) mau-mau dia”.

Selain itu, keluhan minimnya infrastruktur seperti Jalan, Air Bersi, Perumahan, juga mengemuka pada sesi tanya jawab berlangsung.

Menjawab usulan Tanggul Penahan Ombak, Ahmad M Ali mengatakan akan segera menelpon Balai untuk segera melakukan survey di bibir pantai di desa ini, agar Tanggul Penahan Ombak segera di bangun.

Terkait janji-janji politik para politisi, dia meminta kepada masyarakat untuk memberi hukuman kepada politisi yang hanya suka member janji dengan cara tidak memilih mereka lagi pada momentum politik yang akan datang. Dia menyakini, politisi yang suka berbohong akan selalu berbohong jika diberi kesempatan kembali. Kuncinya ada dimasarakat, apakah masi mau memberi amanah kepada mereka atau tidak.

Terkai perumahan, Ahmad M Ali meminta kepada Pemerintah Desa dan Kecamatan untuk segera melakukan pendataan sesuai ketentuan yang ada. Insya Allah 2017 nanti kita akan upayakan untuk segera direalisasikan. Kuncinya adalah data dan usulan tutup Ahmad M Ali. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here