211 Brimob Dari Jatim Dan Sulsel Diperbantukan ke Poso, Buru Sisa Anggota Santoso

Pelepasan pasukan Brimob Polda Sulsel ke Poso, Sabtu (8/6/2016). ( ©2016 Merdeka.com/Mappesona)

MAKASSAR, beritapalu.NET | Sedikitnya 211 personel Brigadir Mobil (Brimob) dari Polda Sulsel dan Polda Jatim akan diberangkatkan ke Poso untuk bergabung dengan pasukan Satgas Tinombala. Mereka akan melanjutkan Operasi Tinomba yang telah berakhir 6 Agustus hari ini tetapi kemudian diperpanjang hingga November mendatang.

Personel pasukan Elit Kepolisian itu terdiri dari 106 personel dari Polda Jatim dan 105 persenonel dari Polda Sulsel. Mereka diberangkatkan Sabtu (6/8/2016) ini dan akan tiba di Palu, Sulawesi Tengah pada Sabtu tengah malam dan akan melanjutkan perjalanan ke Poso melalui jalan darat.

“Polda Jatim masih diberi kepercayaan Mabes Polri, agar menugaskan personel Brimob. Guna memutus jaringan terorisme di Poso,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji seperti dikutip dari merdeka.com sehari sebelumnya.

Anton mengatakan, sebelum dikirim para personel itu melakukan latihan di Jombang dari tanggal 18 sampai 31 Juli 2016 lalu. Nantinya, semua personel harus bersikap humanis karena misinya adalah masa pemulihan.

Namun dia mengingatkan semua anggota Brimob yang berangkat tetap waspada, meski pemimpin kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah, sudah tewas di tembak.

“Saya ingatkan, kalau persoalan ini masih memiliki potensi bahaya seperti aksi balas dendam, sabotase, dan infiltrasi, baik dari aktor maupun simpatisan terorisme. Agar tetap waspada,” ujar dia.

“Jangan sampai salah komunikasi. Jadi saat sudah berada di lokasi Poso, terus lakukan koordinasi,” tambah dia.

Sementara itu, satu kompi pasukan Brimob dari Polda Sulse dipimpin Kompol Christian Kadang yang akan bertindak selaku Wakil Komandan (Wadan) sektor di bawah Komando Satgas Tinombala saat tiba di daerah tugas di Poso, Sulawesi Tengah.

Pasukan Brimob ini akan bertugas selama enam bulan. Sebelum diberangkatkan ke Poso, personel Brimob berpangkat brigadir hingga kompol ini digodok dalam tahapan pembekalan selama tiga bulan di wilayah Parepare dan Kabupaten Luwu.

“Pembekalannya berlangsung selama tiga bulan di Parepare dan Luwu karena kondisi hutannya mirip dengan medan di Poso,” ujar Kepala Satuan (Kasat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Polisi Totok Lisdiarto di Mapolda Sulsel, Sabtu (6/8/2016) sepeti dilansir merdeka.com.

Materi pembekalan mulai dari persiapan fisik, teknik di medan tempur termasuk teknik survival. Diantara personel ini, ada yang sudah pernah ikut operasi di Ambon maupun Aceh. “Saya sampaikan bahwa ini adalah jihad fi sabilillah,” kata Totok.

 

Kapolda Sulsel Irjen Polisi Anton Charliyan menitipkan pesan 7 S yakni soliditas, semangat, sabar, sopan santun, sembahyang, sukses dan selamat.

“Ingat dan jaga 7 S ini. Berusaha dan bertugaslah dengan baik agar bisa kembali ke Makassar. Di sini ada keluarga yang menanti,” kata Anton Charliyan.

Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadai di Mapolda Sulteng Sabtu (6/8/2016) pagi mengatakan, perburuan terhadap sisa anggota kelompok Santoso akan terus dilakukan. Personel akan dirotasi termasuk bantuan pasukan dari polda terdekat, termasuk dari Brimob Kelapa Dua Jakarta. (afd/merdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here