Home Indeks 1.000 Mahasiswa IAIN Palu Ikuti Opak, Jamin Tak Ada Kekerasan

1.000 Mahasiswa IAIN Palu Ikuti Opak, Jamin Tak Ada Kekerasan

Dr. H. Muhtadin Dg Mustafa

PALU, beritapalu.NET | Sekitar 1.000 mahasiswa baru IAIN Palu akan mengikuti Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) yang dijadwalkan pada 5 – 7 September mendatang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. H. Muhtadin Dg Mustafa menyatakan, Opak tersebut adalah kelanjutan dari pra-opak yang akan dilaksanakan sebelumnya yakni 2 – 3 September.

“Sebelum masuk pada Opak, mahasiswa baru atau peserta opak melalui tahapan pra-opak kemudian Opak, yang muatannya meliputi penanaman nilai – nilai religuus, akademis dan administrasi,” ungkap Muhtadin.

Pakar Filsafat Hukum Islam itu menekankan semua mahasiswa baru ataupun mahasiswa lama yang belum sempat mengikuti Opak, wajib untuk mengikutinya sebagai proses akademik dilingkungan kampus tersebut.

Bahkan, tegas dia, opak merupakan salah satu instrumen bagian dari pendidikan yang turut serta menjadi syarat terhadap mahasiswa untuk mengikuti proses – proses akademik selanjutnya, seperti PPL dan KKN.

Pelaksanaan opak di IAIN Palu, akui dia, masih melibatkan mahasiswa dalam kepanitian sekitar 60 persen, bahkan secara umum perguruan tinggi Islam negeri dibawah Dirjen Pendis masih melibatkan mahasiswa.

Bahkan, jelas dia, dalam proses pemberian materi kepada peserta opak, mahasiswa diberikan kesempatan sebanyak 60 persen sementara dosen dan birokrasi kampus sebanyak 40 persen.

Dia mengutarakan Pelaksanaan opak itu sendiri akan lebih diarahkan pada penanaman nilai – nilai akademik, budaya kehidupan kampus, adminsitasi, dan penyelenggaraan akademik.

Muatan tersebut merupakan turunan dari tema yang diusung oleh panitia yaitu religius, akademis dan berbudaya, yang dalam pelaksanaan opak melibatkan mahasiswa sekitar 60 persen dari total panitia 100 persen.

Ia juga menegaskan, Opak di perguruan tinggi Islam terbesar di Sulteng itu bebas dari segala bentuk kekerasan. “Pelaksanaan orientasi akademik tidak ada praktik kekerasan dalam bentuk apapun terhadap mahasiswa baru atau mahasiswa lama yang mengikuti opak,” tegas Muhtadi, di Palu, Rabu.

Muhtadi menyatakan pihaknya akan memberikan sanksi keras serta pemecatan kepada panitia yang tidak taat kepada aturan yang antara lain tidak diperkenankan melakukan praktek – praktek kekerasan terhadap peserta opak.

Selain itu, sebut dia, pelaksanaan opak harus bersih dari atribut-atribut yang sifatnya tidak akademis atau yang tidak merepresentasikan nilai – nilai ademik didalam lingkungan kampus.

Sementara itu Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, menekankan kepada panitia agar menyelenggarakan Opak sebaik mungkin, tanpa ada hal-hal negatif seperti kekerasan yang dapat merusak citra perguruan tinggi Islam terbesar di Sulteng itu.

Zainal juga tidak menginginkan adanya perlakuan yang tidak senonoh atau tidak kemanusiaan terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh panitia.

Ia menginginkan mahasiswa baru harus dilayani dengan baik lewat opak, yaitu dengan memberikan informasi yang sifatnya mendidik kepada mahasiswa tentang perguruan tinggi Islam tersebut.

“Saya sangat setuju tidak ada praktik kekerasan terhadap mahasiswa baru yang mengikuti opak di IAIN Palu. Yang terpenting adalah memberikan pendidikan yang dapat menambah informasi tentang IAIN Palu kepada mahasiswa tersebut,” ujarnya.

Dirinya berharap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dapat melakukan kontrol dan perannya yang baik dan maksimal, untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan fisik maupun kekerasan dalam bentuk lain. (mad/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version