Menko Polhukam Tegaskan Tidak Ada Penambahan Pasukan di Poso

0
164
Personel TNI yang akan diberangkatkan ke Poso beberapa waktu lalu. (Foto: ANtara/Basri Marzuki)
Personel TNI yang akan diberangkatkan ke Poso beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Basri Marzuki)

JAKARTA, beritapalu.NET | Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menegaskan tidak ada penambahan pasukan keamanan di Poso, Sulawesi Tengah pasca tewasnya pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso alias Abu Wardah.

Pernyataan itu dikeluarkan menyusul adanya kabar bahwa pasukan akan diperkuat untuk memburu sisa anggota Santoso yang masih berada di hutan Poso. “Tidak ada, biasa saja. Panglima TNI kan sudah menyatakan ada operasi teritorial di sana,” ucap Luhut, Jakarta, Senin (25/7/2016) seperti dikuitp liputan6.com.

“Masyarakat di sana harus disatukan, jadi jangan lagi menambah masalah baru dengan cerita-cerita yang tidak benar,” ujar Luhut.

Beberapa waktu lalu, Satgas Tinombala mengatakan, walau Santoso tewas dan istrinya ditangkap, mereka masih memiliki pekerjaan rumah yaitu menangkap seluruh pengikut Santoso yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang diprediksi tersisa 18 orang.

“Ada 18 DPO lagi yang masih kita cari. Kita ingin lakukan upaya persuasif dulu supaya mereka mau turun (gunung) menyerahkan diri. Tapi tetap kita lakukan operasi sampai 18 orang itu bisa kita temukan,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri.

Apakah ada kemungkinan pemerintah memberikan pengampunan terhadap para tersangka teroris? Pejabat asal Toba Samosir itu mengatakan, pemerintah akan melihat kasus per kasus. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 mempunyai data siapa saja yang terlibat dalam kejahatan itu. “Nanti kita lihat mau diampuni atau diproses hukum lebih dulu. Akan abolisi, amnesti atau grasi,” ucapnya.

Menurut dia, para pengikut kelompok teroris itu kebanyakan adalah simpatisan yang tidak terlalu kuat pengaruh ideologinya. Untuk itu, negara akan menyelesaikan persoalan itu dengan bijaksana. Pemerintah juga akan berusaha menghindari timbulnya rasa sakit hati.

Sementara itu, walaupun Santoso sudah tertembak mati, TNI masih tetap melakukan perburuan terhadap kelompok Santoso yang masih tersisa. “Kami akan tetap memburu para teroris yang belum tertangkap,” jelas Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Personel TNI tetap siaga dan terus melakukan pengejaran. Jenderal bintang dua itu menyatakan, anggota yang diterjunkan masih tetap sama. Jumlah mereka juga tidak ada perubahan. Menurutnya, tidak ada penambahan personel. Jadi, prajurit yang sudah ada di Poso yang akan terus mencari tempat persembunyian para teroris.

Saat ini, kata dia, masih ada sekitar 18 orang kelompok Santoso yang masih bertahan di dalam hutan. TNI akan menangkap mereka satu persatu atau langsung semua kelompok yang masih tersisa. Walaupun medan perburuan cukup sulit, TNI tidak akan mundur. Prajurit yang diterjunkan sudah terlatih dan terbiasa dengan medan berat.

Terkait dengan banyaknya simpatisan Santoso, pejabat kelahiran Bandung itu menyatakan, pihaknya akan fokus terhadap kelompok bersenjata. Tentu TNI akan tetap waspada terhadap semua pihak yang mempunyai kaitan dengan gembong teroris itu.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here