MUI Palu akan Fatwakan Larangan Perempuan Bersuami Pamer Foto di Medsos

0
211
Ilustrasi (@beritapalu.NET)
Ilustrasi (@beritapalu.NET)

PALU, beritapalu.NET | Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Palu Provinsi Sulawesi Tengah akan mengeluarkan fatwa terkait larangan perempuan bersuami atau sudah berstatus isteri mengupload foto ke media sosial.

Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag, di Palu, Minggu, menyatakan MUI akan membahas hal tersebut pada bulan Agustus mendatang sebagai fatwa atau penetapan hukum.

“Bulan depan atau Agustus MUI secara kelembagaan akan membahas larangan perempuan berstatus isteri upload foto ke medsos,” ungkap Prof. Zainal Abidin, Minggu (24/7/2016)

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu mengatakan MUI fokus melarang perempuan utamanya perempuan muslim yang berstatus isteri upload foto ke medsos dengan mnelihat beberapa pertimbangan.

Pakar pemikiran Islam modern itu menguraikan perempuan yang telah berstatus isteri telah memiliki wadah rumah tangga yang  tentu secara Islam kewajibannya jauh lebih berat ketimbang perempuan muslim yang belum menikah.

Diantaranya yaitu kecantikan serta gaya perempuan dalam berpakaian dan berdandan atau mempercantik diri hanya untuk diberikan kepada suaminya, bukan kepada orang banyak.

“Perempuan yang sudah menikah memiliki wadah tersendiri yaitu rumah tangga, maka apa yang dia lakukan harus tidak berdampak buruh terhadap rumah tangganya,” ujarnya.

Namun, sebut dia, bukan berarti bahwa MUI Palu tidak memberikan larangan atau fatwa terhadap perempuan muslim yang pajang foto pribadinya di media sosial, yang menggairahkan atau memamerkan auratnya.

MUI Palu juga akan membahas hal tersebut, dikarenakan dalam Islam perempuan sudah baliq atau telah mengalami menstruasi wajib untuk menutup aurat, dan tidak boleh memamerkan aurat untuk dilihat oleh banyak orang.

“MUI Palu akan membahas semuanya dan memfatwakan. Ini merupakan salah satu bentuk langkah untuk membina masyarakat utamanya umat Islam,” sebutnya.

Sebelumnya MUI Palu melarang perempuan yang telah bersuami atau berstatus isteri memajang foto – foto pribadinya ke media sosial, utamanya facebook, line, twitter, WA, BBM, Instagram dll, dikarenakan lebih memberikan dampak negatif ketimbang positif. (mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here