Keluarga dan Warga Tolak Jenazah Santoso Dimakamkan di Magelang

Keluarga Santoso di Magelang. (Foto: ©2016 merdeka.com/parwito)
Keluarga Santoso di Magelang. (Foto: ©2016 merdeka.com/parwito)

MAGELANG, beritapalu.NET | Keluarga Santoso yang ada di Desa Adipuro, Magelang, Jawa Tengah menolak jika jenazah Santoso yang tewas dalam kontak senjata dengan aparat keamanan di Poso, Senin (18/7/2016) lalu dimakamkan di daerah asal bapak kandungnya itu.

Ahmad Basari, salah seorang adik sepupu Santoso di Magelang, Jawa Tengah mengatakan, keluarga ikhlas atas kematian pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu.

“Ya tanggapan keluarga, kalau Santoso itu mati lewat tembak menembak itu karena itu memang sudah jatah Allah. Pihak keluarga sudah merasakan ikhlas. Kalau itu (jenazah Santoso) pihak keluarga tidak menerima, karena masyarakat tidak mendukung. Menolak!” tegas Ahmad Basari, adik sepupu Santoso di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (20/7/2016) seperti dilansir merdeka.com.

Ahmad Basari mengaku jika Santoso terakhir berkunjung ke Kaliangkrik, Magelang pada tahun 1998 lalu dalam rangka silaturahmi.

“Itu kalau seingat saya itu sekitar 98. Dalam rangka silaturahmi. Itu yang asli dari rumah sini itu bapaknya, ibunya dari Gendol, Sukomakmur. Gak pernah (ke sini lagi). Iya 98 itu (terakhir berkunjung), jadi saya ga pernah urusan tidak pernah hubungan dari 98 itu. Hubungannya kakak sepupu, saya memanggilnya mas. Kepribadian Santoso, ya dulu itu ya memang ke sini pertama itu istilahnya masih remaja, tapi kurang tahu ya mas, soalnya di sini cuma sebentar. Jarang komunikasi,” terangnya.

Pihak keluarga katanya siap melakukan tes DNA jika pihak kepolisian membutuhkan.

“Saya ga siap, karena di sana masih ada saudaranya itu. Ya memang kalau terpaksa, saya siap (tes DNA), asal ada jaminan syariat dari kepolisian,” pungkasnya. (merdeka.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here