Jenazah Santoso Di RS Bhayangkara Palu Dijaga Ketat

0
246
Polisi bersenjata lengkap berjaga di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/7/2016) tempat dua jenazah teroris Poso disemayamkan. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Polisi bersenjata lengkap berjaga di depan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/7/2016) tempat dua jenazah teroris Poso disemayamkan. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Jenazah Santoso dan Muhtar yang kini masih terbaring di Kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palu dijaga ketat aparat kepolisian. Sejumlah personil polisi bersenjata laras panjang tampak berjaga-jaga baik di depan kamar jenazah maupun di sekitar rumah sakit tersebut.

Penjagaan ketat itu dilakukan mengingat jenazah tersebut adalah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang selama ini mejadi buronan paling yahud oleh aparat keamanan, terutama oleh satuan tugas yang tergabung dalam Operasi Tinombala.

Kamar jenazah yang letaknya berada di bagian belakang rumah sakit tersebut tampak diberi police line. Tak seorang pun diberi kesempatan memasuki area tersebut, kecuali para petugas. Situasi itu sangat berbeda dengan penjagaan sejumlah korban kontak senjata lainnya yang terkait dengan kelompok Santoso.

Tak hanya itu, kantor Polda Sulteng yang letaknya di Jalan Sam Ratulangi juga dijaga oleh satuan polisi bersenjata. Penjagaan itu tidak semata terkait karena kedatangan Kapolri dan Panglima TNI pada Rabu (20/7/2016) kemarin, namun juga sebagai antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan.

Sejumlah pengamat menyatakan, aparat keamanan harus bisa membuat antisipasi karena menurutnya dikhawatirkan aka nada aksi balasan atas tewasnya Santoso, pimpinan mereka.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah memastikan bahwa salahs atu jenazah yang tewas tersebut adalah Santoso, satunya lagi adalah anggotanya bernama Mukhtar.

Kepastian itu setelah Kapolri bersama Panglima TNI melihat langsung jenazah tersebut di kamar jenazah RS Bhayangkara Palu, Rabu (20/72016) menjelang petang.

Kapolri mengatakan, meskipun hasil tes DNA belum keluar, namun pihaknya sudah bisa memastikan jika itu jenazah Santoso. Itu dilihat dari data primer atau ciri-ciri fisik yang ada pada jenazah tersebut.  “Data sekunder seperti DNI itu dibutuhkan jika jenazah sudah rusak, tapi ini jenazah masih utuh dan masih bisa dikenali,” sebutnya.

Jadi, jenazah tiu 100 persen Santoso, tegasnya. Walau demikian kata Kapolri untuk lebih memastikannya hasil DNA akan tetap ditunggu. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here