Asyik Berburu Pokemon, Jatuh ke Jurang Sedalam 22 Meter

0
182
pokemon go
Ilustrasi permainan Pokemon Go

CALIFORNIA, beritapalu.NET | Sejak peluncurannya, Pokemon Go langsung mendunia. Tapi hati-hati, banyak peristiwa tragis yang dialami oleh para pemainnya. Sejumlah gamer juga menemukan berbagai kejadian unik ketika memainkan game augmented reality (AR) besutan Niantic dan Pokemon Company ini.

Dua orang pria terjatuh dari tebing setinggi 22m lebih saat berburu monster Pokemon GO. Insiden jatuhnya “korban” Pokemon terjadi Jumat (16/7/2016) di pantai California, dekat San Diego, Amerika Serikat.

Korban diselamatkan tim Rescue. (Foto: Slash Gear )
Korban diselamatkan tim Rescue. (Foto: Slash Gear )

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kedua orang pemain Pokemon GO ini mengalami sejumlah luka. Masih belum diketahui, seberapa parah luka yang diderita korban game Pokemon GO ini. Tapi yang pasti, tim penyelamat harus menggunakan tali khusus untuk menolong dua orang pria yang jatuh dari tebing itu, seperti dilansir dari Slash Gear (16/7/2016).

Sementara itu dilaporkan pula, Shayla Wiggins, gamer Pokemon Go asal Riverton, Australia ini tak sengaja menemukan sesosok mayat yang mengambang di sungai dekat rumahnya. Jenazah yang diidentifikasi berjenis kelamin pria ini secara tak sengaja ditemukan Wiggins, ketika sedang berburu Pokemon.

Dikutip dari detikINET, menurut penuturan remaja berusia 19 tahun itu, kala itu dirinya tengah berburu Pokemon tipe air. Terkejut dengan penemuan itu, Wiggins pun langsung menghubungi pihak kepolisian setempat.

Hingga saat ini, Pokemon Go telah melahirkan beragam peristiwa unik. Sebelumnya, pihak kepolisian Australia Utara mengeluarkan larangan masuk ke dalam kantor polisi, lantaran sejumlah gamer dilaporkan menyeruak masuk ke dalam karena tempat tersebut dianggap sebagai Pokestops.

Adapula seperti yang dilaporkan oleh Washington Post, seorang pengguna Reddit mengaku sampai terjerembab ke dalam selokan akibat terlalu asyik berburu Pokemon.

Pokemon Go sendiri menjadi game kedua yang digarap oleh Niantic setelah Ingress. Mengusung teknologi yang sama dengan Pokemon Go, gamer Ingress bermain dengan menggunkan GPS sebagai basis permainan.

Niantic pernah mewanti-wanti gamer Ingress agar tetap menaati peraturan yang ada, meski terdapat poin tertentu di dalam game yang mengarah pada properti pribadi. Tentu, hal ini juga berlaku pada Pokemon Go.

Game Pokémon bukanlah hal baru. Game ini sudah pernah dimainkan sebelum game Pokemon GO menjadi viral di tahun ini. Namun konsep baru Pokemon Reborn membuat sejumlah orang, bahkan yang pada awalnya bukan seorang gamers ingin memainkan game Pokemon GO. Namun, bukan berarti harus mengorbankan keselamatan jiwa.

Di Indonesia sendiri, Pokemon Go mengalami booming. Game berbasis lokasi itu makin marak digunakan, tua muda, pria maupun wanita. Walau begitu, informasi yang  diperoleh, otoritas keamanan negara mempertimbangkan aplikasi game itu karena berpotensi “mencuri” gambar lokasi-lokasi yang dinilai vital.

Bahkan ada yang menyebutkan, game itu sengaja dibuat sebagai mata-mata untuk melakukan pemetaan terhadap berbagai titik-titik strategis suatu wilayah atau negara. (afd/detikINET)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here