Rektor IAIN : Jangan Perdebatkan Halal Bihalal

0
197
Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag  (foto: Istimewa)
Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag (foto: Istimewa)

PALU, beritapalu.NET | Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag meminta agar umat Islam tidak mempersoalkan perayaan halal bihalal yang sering dilaksanakan di bulan Syawal usai bulan Ramadhan.

Karena menurutnya, perayaan halal bihalal merupakan salah satu bentuk kependulian sosial untuk mempererat tali silaturahmi serta membangkitkan kembali rasa persaudaraan sesama manusia.

“Olehnya tidak perlu diperdebatkan atau dipertentangan perayaan halal bihalal, karena kegiatan perayaan halal bihalal tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” ungkap Zainal Abidin, Jumat (15/7/2016.

Pakar pemikiran Islam modern itu menegaskan bahwa perayaan halal bihalal tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam yang dibawah oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebaliknya, kata dia, Islam sangat menunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan, persaudaraan, olehnya Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk saling maad memaafkan.

Dengan demikian, sebut dia, jika ada sebahagian dari pemeluk agama Islam yang memprotes atau tidak bersepakat dengan perayaan halal bihalal, menandakan bahwa pihak tersebut minim pengetahuannya tentang ajaran Islam.

Ia mengakui bahwa halal bihalal memang suatu tradisi yang tidak ada dizaman Nabi Muhammad Saw, namun bukan berarti bahwa perayaan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

“Hala bihalal merupakan salah satu tradisi murni yang dirancang oleh ulama Indonesia, olehnya tidak heran bila halal bihalal tidak ada di timur tengah,” sebutnya.

Ia menguraikan bahwa halal bihalal pertama kali dikomandangkan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah salah satu sesepu Nahdlatu Ulama, pada tahun 1948. Dimana saat itu para elit politik bangsa saling bertengkar.

Maka Presiden Soekarno dan KH. Abdul Wahab Hasbullah berinisiatif untuk melaksanakan halal bihalal, dengan tujuan untuk meredam pertengkaran yang menyelimuti para elit politik tersebut. (Mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here