DPO Kelompok Santoso Tersisa 21 Orang

0
144

PALU, beritapalu.NET | Satu demi satu anggota kelompok Santoso berkurang, dari 45 orang sebelumnya kini tersisa 21 orang termasuk Santoso. Kalau bukan karena ditembak mati, tertangkap hidup-hidup, juga karena menyerahkan diri.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan) menunjukkan foto anggota kelompok Santoso yang tersisa dan dalam perburuan oleh Satgas Opeasi Tinombala di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (30/6/2016). Sejak dilancarkannya Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Januari 2016 lalu, dari 45 orang jumlah DPO tersebut kini tersisa 21 orang karena satu demi satu menyerahkan diri, tertembak mati dan ditangkap hidup-hdiup. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan) menunjukkan foto anggota kelompok Santoso yang tersisa dan dalam perburuan oleh Satgas Opeasi Tinombala di Mapolda Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (30/6/2016). Sejak dilancarkannya Operasi Tinombala di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah Januari 2016 lalu, dari 45 orang jumlah DPO tersebut kini tersisa 21 orang karena satu demi satu menyerahkan diri, tertembak mati dan ditangkap hidup-hdiup. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Rudy Sufahriadi dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Kamis (30/6/2016) siang menyatakan, Operasi Tinombala 2016 yang telah dua kali diperpanjang cukup memberi dampak signifikan bagi Santoso dan anggota kelompoknya.

Ia mengatakan, Santoso melemah tidak semata karena satu per satu anggotanya ditangkap, tewas ditembak atau menyerahkan diri, tetapi juga karena strategi yang diterapkan membuatnya bercerai berai dan kehilangan sumber logistic.

“Saat ini kelompok Santoso hanya tersisa sekitar 21 orang, itu pun mereka sudah terpecah-pecah dalam tiga kelompok,” sebut Kapolda.

Kapolda kembali mengulang apresiasinya jika kelompok Santoso mau menyerah dan berjanji akan memperlakukannya sesuai dengan koridor aturan. “Tapi kalau tidak menyerah, akan terus kita buru, kita tangkap, hidup atau mati,” tegas Kapolda.

Ia mengatakan, memburu Santoso tidak semudah yang dibayangkan, terutama soal medan yang yang sangat berat. “Kami juga sudah melaporkan ke Kapolri termasuk calon Kapolri Bapak Tito dan beliau faham betul apa yang tejadi di Poso,” sebutnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here