MUI Ingatkan Agar Pasar Di Halaman Masjid Tidak Ganggu Shalat

0
222
Masjid AGung Darussalam Palu. (Foto: Kemenag Suleng)
Masjid AGung Darussalam Palu. (Foto: Kemenag Suleng)

PALU, beritapalu.NET | Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah mengingatkan kepada pemerintah untuk tidak mengizinkan pedagang membuka dagangannya di waktu shalat, di pasar lentora yang terletak di halaman Masjid Agung Palu.

Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag, di Palu, Selasa, menyatakan bahwa keberadaan pasar lentora yang dibuka Pemkot Palu mulai H -7 Idul Fitri sah – sah saja.

“MUI tidak mempersoalkan keberadaan pasar di halaman Masjid Agung Palu yang digelar oleh Pemkot Palu. Asalkan keberadaan pasar tersebut tidak mengganggu jalannya ibadah di masjid kebanggaan umat Islam di Provinsi Sulawesi Tengah itu,” ungkap Prof. Zainal Abidin.

Rektor IAIN Palu itu menyebut Pemkot palu harus membangun kesepakatan dan mampu membuat komitmen dengan pedagang bahwa, kegiatan jual beli dapat dilakukan dimalam hari setelah jamaah masjid tersebut selesai melaksanakan shalat tarawih dan witiir.

MUI juga menyarankan kepada Pemkot Palu untuk membangun komunikasi dengan pengurus Masjid Agung Palu sebelum pasar lentora yang dibuka pada malam hari dilaksanakan.

Hal itu untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari dengan adanya pasar lentora di halaman masjid tersebut.

“Pada prinsipnya MUI mendukung kebijakan pemerintah kota, namun sebaiknya Pemkot Palu berkomunikasi dengan pengurus Masjid Agung Palu untuk lebih baik,” sebutnya.

Dirinya berharap keberadaan pasar lentora di halaman masjid tersebut tidak mengurangi estetika serta kebersihan masjid tersebut yang halamannya sering digunakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk shalat Idul Fitri.

Terkait hal itu Asisten II Sekretariat Pemkot Palu, Ansyar Sutiadi mengakui bahwa salah satu tempat yang direncanakan dijadikan sebagai pusat perbelanjaan malam hari atau pasar lentor yakni halaman Masjid Agung Palu.

Pemkot Palu menyiapkan kurang lebih 300 lapak dengan segala fasilitasnya yang terdiri dari listrik, kebersihan, keamanan bagi pedagang ingin berdagang di pasar tersebut.

“Pemkot palu berdasarkan hasil rapat bahwa harga per lapak yaitu Rp. 350 ribu bagi setiap pedagang selama berdagang 7 malam di halaman Masjid tersebut,” urainya. (mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here