Hadapi Edmond di Pengadilan, DPP NasDem Tunjuk 22 Pengacara

0
221

palu hakimPALU, beritapalu.NET | Tidak tanggung-tanggung, untuk menghadapi Edmond Leonardo Siahaan yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Palu terkait usulan pemecatannya sebagai anggota di DPRD Sulteng, DPP Partai NasDem mengerahkan sedikitnya 22 pengacara.

Sedangkan Edmond sendiri, setidaknya ada tujuh orang pengacara yang mendampinginya dalam gugatan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Edmond mengajukan gugatan ke PN Palu karena oleh DPP NasDem ia diusulkan untuk dipecat dari partai dan akan di Pengganti Antar Waktu (PAW) kan. Usulan itu kini diproses oleh Sekretariat DPRD Sulteng, namun dipending demi hukum lantaran Edmond mengajukan guatan tersebut.

Atas gugatan tersebut, PN Palu pada Selasa (28/6/2016) sudah memulai sidangnya dipimpin ketua majelis hakim Agnes Sinaga SH MH. Walau DPP Nasdem menunjuk hingga 22 orang pengacara, namun pada sidang tersebut hanya sekitar seperduanya yang hadir.

Dalam sidang perdana tersebut, Ketua majelis hakim Agnes Sinaga meminta agar kedua belah pihak yakni penggugat Edmond Leonardo Siahaan dan tergugat I Ketua DPP Nasdem Surya Paloh dan Tergugat II Ketua DPW Nasdem Sulteng  Ahmad H Ali untuk melakukan mediasi dan diberi batas waktu paling lama sebulan.

Pengacara Edmond, Errol Kimbal SH mengungkapkan, kliennya meninginkan persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik, dibicarakan lagi dari hati ke hati. “Dari sidang mediasi tadi, kami katakan kami tidak menggugat. Kami mencintai partai Nasdem,” sebut Errol.

Ia menganalogikan, ibaratnya sebagai seorang anak, maka jika melakukan kesalahan tidak seharusnya langsung diusir dari rumah. Orang tua, dalam hal ini adalah Partai Nasdem seharusnya memberi nasehat, menegur dan meminta melakukan perbaikan diri.

“Kami bersalah, tapi bapak ibu jangan cepat-cepat usir kita dari rumah. Kami kan juga dipilih rakyat. Jadi tolong jangan dipecat kami, jangan diusir kami dari partai Nasdem” ujarnya.

Menurutnya, persoalan antara kliennya dengan DPP Partai Nasdem hanya soal miskomunikasi saja. Edmond menurutnya bukan tidak patuh pada tugas partai, hanya saja Edmond merasa tidak pernah mendapat surat tugas,” ujar Errol.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here