Amran Batalipu Dinyatakan Tak Bersalah dalam Kasus Panjar Kas Buol

0
103

PALU, beritapalu.NET | Majelis Pengadilan Tipikor Palu menyatakan mantan Bupati Buol, Amran Batalipu tidak bersalah dalam kasus panjar kas Kabupaten Buol  tahun 2010 senilai Rp2,3 miliar seperti didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, baik dakwaan primair maupun subsidair.

Mantan Bupati Kabupaten Buol, Amran Batalipu (tengah) disambut kerabatnya usai menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Palu, Sulawesi Tengah, Senin (20/6). Amran Batalipu divonis bebas setelah dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan korupsi dana panjar kas daerah Kabupaten Buol tahun 2010 senilai Rp 2,3 miliar. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/16.
Mantan Bupati Kabupaten Buol, Amran Batalipu (tengah) disambut kerabatnya usai menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Tipikor Palu, Sulawesi Tengah, Senin (20/6). Amran Batalipu divonis bebas setelah dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus dugaan korupsi dana panjar kas daerah Kabupaten Buol tahun 2010 senilai Rp 2,3 miliar. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/ama/16.

Putusan majelis hakim tersebut dibacakan pada persidangan di Kantor Pengadilan Tipikor Palu, Senin (20/6/2016) dengan agenda pembacaan vonis.

Meskipun megalami perbedaan pendapat (dissention opinion), namun dalamkesimpulannya, Amran Batalipu dinyatakan tidak memerintahkan maupun atapun juga mengarahkan kepada Mansyur Mangge (terdakwa lainnya) untuk mencairkan kas pemda Buol.

Bahkan katanya, setelah mengetahui adanya panjar kas pada tahun 2010 silam senilai Rp32 miliar, Amran kemudian memerintah Inspektorat kabupaten Buol untuk turun tangan dan diketahui tersisa Rp2,3 miliar yang belum dikembalikan bahkan dibentuk TPTGR yang langsung dipimpin oleh Sekda Buol.

Manyur Mangge sendiri oleh majelis hakim diputuskan bersalah. Mansyur dinilai memenuhi unsur tindak pidana korupsi  sehingga harus dihukum 16 bulan penjara, denda Rp50 juta subidair dua bulan kurungan dan dihukum tambahan membayar uang pengganti Rp480 juta subsidari 10 bulan kurungan.

Sidang putusan itu disambut kerabat Amran Batalipun dengan penuh suka cita. Salah seorang kerabat dekatnya bahkan sempat menangis ketika mendengar putusan bebas itu.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ariyanti masih menimbang-nimbang atas putusan majelis hakim tersebut. Ia mengaku memiliki waktu tujuh hari untuk menimbang kembali putusan bebas tersebut.

Sebelumnya, JPU menuntut Amran Batalipu dengan pidana penjara satu tahun enam bulan, denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp300 juta subsidair 10 bulan kurungan.

Mansyur Mangge yang didakwa bersamaan dan dituntut dengan pidana penjara yang sama, denda Rp150 juta subsidair tiga bulan kurungan menyataka menerima putusan tersebut. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here