Pemprov Sulteng Didesak Terbitkan SK Bidan PTT

PALU, beritapalu.NET | Anggota Komisi V DPR – RI, Ahmad H. Ali mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk 342 bidan.

Ilustrasi aksi Bidan PTT beberapa waktu lalu. (foto: serantaunews.com)
Ilustrasi aksi Bidan PTT beberapa waktu lalu. (foto: serantaunews.com)

“Hal ini tentu ada kejanggalan dalam proses pelaksanaan perekrutan, bisa saja kejanggalan dalam administrasi atau kejanggalan lainnya yang membuat Pemprov Sulteng dalam hal ini Dinkes belum mengeluarkan SK pengangkatan,” ungkap Ahmad H. Ali, Sabtu (18/6/2016).

Politisi Partai Nasdem Dapil Sulteng itu mengaku bahwa dirinya mendapat keluhan dari bidan PTT, Sejak pengumuman 1 September 2015 lalu, sampai saat ini belum mendapat SK pengangkatan.

Tidak hanya itu, sebut dia, bidan juga mendesak untuk segera melakukan pemetaan lokasi penempatan dan menempatkan bidan yang telah dinyatakan lulus dalam rekrutmen bidan PTT.

Ia menguraikan bahwa problem tersebut telah didengar oleh Kementerian Kesehatan RI, olehnya tim dari Irjend Kemenkes akan ke Sulawesi Tengah untuk melakukan investigasi kejanggalan atas problem tersebut.

“Tanggal 20 diperkirakan tim Irjend Kemenkes akan ke Sulawesi Tengah untuk menginvestigasi problem yang menghambat penerbitan SK Bidan PTT di provinsi tersebut,” ungkapnya.

Dirinya akan terus mengikuti kasus tersebut dan mengawal hasil investigasi Irjend Kemenkes agar bidan PTT tidak berlama-lama dalam ketidakjelasan akibat tidak dikeluarkannya SK tersebut.

342 bidan PTT tersebut terbagi dalam Kabupaten Banggai Kepulauan 66 orang, Sigi 26 orang, Banggai Laut 15 orang, Tojo Unauna 55 orang, Poso 25 orang, Donggala 30 orang, Morowali Utara 15 orang.

Selanjutnya Kabupaten Tolitoli 1 orang, Morowali 30 orang, Parigi Moutong 75 orang dan Banggai 4 orang. Penerimaan Bidan PTT untuk mengisi desa kriteria terpencil dan sangat terpencil di 11 Kabupaten se-Sulteng. (Mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here