Pangdam VII: Santoso Bukan Target Utama TNI

PALU, beritapalu.NET | Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen Agus Surya Bakti menegaskan, keterlibatan TNI dalam Operasi Tinombala 2016 yang kini berlangsung di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah hanya bersifat memback-up kepolisian dalam mengejar Santoso dan anggota kelompoknya.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen Agus Surya Bakti memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Safari Ramadhan di Markas Korem 132 Tadulako, Rabu (15/6/2016). (Foto: Abdi)
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana, Mayjen Agus Surya Bakti memberikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Safari Ramadhan di Markas Korem 132 Tadulako, Rabu (15/6/2016). (Foto: Abdi)

“Selagi kami masih diminta untuk membantu, kita lanjutkan dan selalu siap, walaupun memang pasukan yang kita libatkan terbatas, karena ranah penegakan hukum ada pada kepolisian,” ungkap Pangdam di sela-sela Safari Ramadhan di Korem 132 Tadulako, Rabu (15/6/2016).

Menurut Pangdam, Santoso bukanlah target utama TNI dalam operasi tersebut. “Justeru yang menjadi target utama TNI adalah bagaimana membina masyarakat, termasuk Santoso jika mau kami bina dan menyerahkan diri,” sebutnya.

Ia juga menyatakan dukungannya jika Santoso mau menyerahkan diri secara sukarela. Tetapi dengan catatan, semua perbuatannya dipertanggungawabkan di depan hukum.

Diungkapkan, saat ini TNI melakukan Operasi Teritorial di wilayah Poso. Kegiatan itu menurutnya adalah penyeimbang yang tujuannya mendekati masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan faham yang dipercaya kelompok Santoso.

Warga dalam operasi itu terang Pangdam, diberikan kegiatan-kegiatan positif yang bisa mengangkat tingkat kesejahteraannya. “Kalau kesejahteraan masyarakat meningkat, maka suasana yang ada di Poso juga tidak menjadi keruh,” sambungnya.

“Kita dampingi masyarakat bertani, TNI juga diberikan kesempatan Kementerian Pertanian untuk siapkan lahan baru dan bibit serta ajak masyarakat turun ke sawah, di samping itu kita berikan pencerahan bahwa tujuan Santoso di hutan itu tidak perlu diikuti, yang perlu bagaimana cara mensejahterakan diri,” jelasnya.

Operasi Teritorial itu sebutnya sekaligus salah satu upaya untuk menghapus stigma Poso sebagai daerah terorisme yang penuh dengan tindak kekerasan. “Caranya dengan membangun fisik yakni dengan peningkatan produktifitas serta membangun mental masyarakat yang cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here