Pemuda Muhammadiyah Ramaikan Ramadan dengan Kajian Subhad

0
196

PALU, beritapalu.NET | Sejumlah organisasi Islam di Kota Palu meramaikan bulan Ramadan dengan berbagai agenda, seperti yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Sulteng, yang menggelar kajian Subuh Ahad (Subhad) di Masjid Alfurqan Palu, Minggu (12/6/2016).

Ustad Citrawan Abu Helwa, Dosen Ma'had Thalhah Bin Ubaidillah Universitas Muhammadiyah Palu, memaparkan materinya pada kajian Subhad Pemuda Muhammadiyah di Masjid Alfurqan, Minggu (12/6/2016). (foto: Istimewa)
Ustad Citrawan Abu Helwa, Dosen Ma’had Thalhah Bin Ubaidillah Universitas Muhammadiyah Palu, memaparkan materinya pada kajian Subhad Pemuda Muhammadiyah di Masjid Alfurqan, Minggu (12/6/2016). (foto: Istimewa)

Kajian Subhad Pemuda Muhammadiyah Sulteng tersebut menghadirkan Dosen Mahad Thalhah Bin Ubaidillah Universitas Muhammadiyah Palu, Ustad Citrawan Abu Helwa, sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, juga digelar diskusi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng Fery ISA Abdullah SSos MSi, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulteng Amin Parakasi SH MHI, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu Drs H Zainal Honteng.

Menurut Ketua Pemuda Sulteng, Fery ISA Abdullah SSos MSi, Kajian Subhad Pemuda Muhammadiyah Sulteng tersebut, akan digelar setiap hari Minggu usai Shalat Subuh berjamaah, selama bulan Ramadan 1437 Hijriyah.  “Kita akan gelar secara rutin selama empat kali, setiap hari Minggu,” jelasnya.

Kata Fery, menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap orang, tidak pandang itu perempuan, laki-laki, kecil, dewasa, tua maupun muda. Apalagi di era zaman saat ini yang penuh dengan kompleksitas penyimpangan dan fitnah. Maka itulah, bulan ramadan ini sengaja dimanfaatkan oleh Pemuda Muhammadiyah untuk menggelar kajian yang dikemas dalam kegiatan Subuh Ahad. “Di sinilah kita akan bertukar pikiran tentang keilmulan, tentunya akan dikaitkan dengan ajaran wahyu, dari Allah SWT dan para Rasul-Nya,” tandasnya.

Sementara Ustad Citrawan yang juga Alumni Libanon ini, saat menyajikan materi, menekakan tujuh golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT. “Orang-orang yang dicintai oleh Allah itu adalah pertama para Muhsinin atau orang-orang yang ihsan, kemudian kedua orang-orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, ketiga orang-orang yang mencintai para Rasul, keempat orang-orang bertaqwa kepada Allah SWT, kelima adaah orang-orang yang senantiasa sabar. Yang keenam adalah orang-orang yang bertawakkal dan yang ketujuh adalah orang-orang yang berlaku adil pada siapapun,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Ustad Citrawan juga menekankan bahwa orang-orang yang Ihsan itu adalah mereka yang senantiasa berinfaq di jalan Allah, tidak hanya menginfaqkan harta, tapi juga menginfaqkan waktu dan tenaga dalam dakwah Islam. “Berinfaq itu tidak melihat apakah sedang senang atau sedang sulit,” jelasnya.

Dia pun menggambarkan ketika kaum Anshor menerima kehadiran kaum Muhajirin di Madinah saat peristiwa Hijrah, dimana saat itu, kaum Anshor dengan penuh keikhlasan memberikan apa yang mereka miliki kepada kaum Muhajirin dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan.

Sementara orang-orang yang bertaubat kata Citrawan, haruslah dengan Taubat yang sungguh-sungguh dan komitmen tidak mengulangi perbuatan salah yang dilakukan sebelumnya. ”Untuk mereka yang mencintai para Rasul, tentunya wajib mengikuti ajaran para rasul dalam keseharian,” jelasnya.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here