DPR Minta Lion Air Jadikan Sanksi untuk Intropeksi, Bukan Malah Unjuk Kekuatan

0
103
Ahmad M. Ali (foto: ist)
Ahmad M. Ali (foto: ist)

JAKARTA – Pihak Manajemen Lion Air diminta untuk menjadikan sanksi yang dikenakan oleh Kementerian Perhubungan sebagai bahan introspeksi, bukan malah unjuk kekuatan. Permintaan disampaikan anggota Komisi V DPR RI Ahmad M. Ali dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Manajemen Lion Air hari ini, Selasa (24/5/2016), di Jakarta.

Menurut Ali, pasca pemberian sanksi tersebut, Lion Air bukan malah memperbaiki kekurangan yang ada, akan tetapi seperti mengancam balik. Ini dibuktikan dengan ancaman penghentian 93 rute penerbangan domestiknya selama 1 bulan oleh Lion.

Sebelumnya, Kemenhub telah memberikan sanksi pembekuan izin pelayanan jasa dan layanan penumpang (ground handling) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kepada Lion Air, serta pelarangan penambahan rute baru selama enam bulan.

“Itu tidak ada hubungannya dengan sanksi. Seolah di sini manajemen Lion Air ingin menunjukkan betapa besar penguasaan market pasarnya dalam penerbangan nasional yang sebesar 40 persen. Ini sangat subjektif cara menilainya, sama saja adanya pembangkangan secara rasional. Janganlah seperti itu, saya minta manajemen Lion Air menyikapi secara negarawan dan benahi yang menjadi persoalan di dalamnya,” tegas politisi NasDem ini seperti dalam rilisnya yang diterima redaksi beritapalu.com.

Ali menilai, sebenarnya penjatuhan sanksi dari Kementerian Perhubungan sudah semestinya dilakukan. Walaupun, menurutnya sanksi tersebut masih ringan.

“Karena yang menilai baik atau tidak maskapai bukanlah dari internalnya, melainkan pihak luar salah satunya yang memiliki kebijakan terkait transportasi udara yakni Kementerian Perhubungan. Tidaklah mungkin kalau Lion sendiri yang menilai dirinya sendiri, tentu tidak objektif,” ujarnya.

Legislator Sulawesi Tengah ini menyatakan, dalam menyikapi penjatuhan sanksi, pihak Lion diminta jangan arogan, karena apa yang menjadi keputusan Kementerian Perhubungan ini bukanlah hanya disebabkan kejadian 10 Mei lalu.

“Tentunya ini (keputusan) bukanlah yang  tiba-tiba. Tetapi hasil akumulasi dari berbagai kejadian yang menimpa maskapai Lion Air, baik itu delay, pilot mengunakan narkoba, tubrukan pesawat dan kelalaian pelayan penumpang,”ujarnya.

Selain itu, dia juga mencermati sikap yang diambil oleh pihak Lion yang melaporkan pihak Kemenhub ke Bareskrim Polri tidak tepat dan bukanlah solusi. Malah sebaliknya, sikap tersebut terkesan sebagai perlwanan terhadap negara.

“Pihak Lion Air sudah mengambil tindakan, seperti yang dituntutnya terhadap negara. Sudah jelas itu kesalahan internal, kemudian mencari-cari pembenaran dengan tetap melakukan kesalahan (kelalaian) yang sama,” tegasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here