Pamflet Gelar Fetival Suka Ria Remaja

PALU – Famplet, sebuah organisasi yang bekerja untuk memperkuat akses remaja terhadap pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah menggelar Festival Suka Ria Remaja di Palu Grand Mall (PGM), Minggu (22/5/2016).

Suka Ria Remaja adalah singkatan dari Seputar Kesehatan dan Ragam Informasi Remaja. Festival yang terbuka untuk umum itu diisi dengan kegiatan diskusi, pameran foto, penampilan seni music danpeluncuran buku “Suka Ria Remaja”.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Adriansyah Lamasitudju yang hadir langsung pada acara itu menyampaikan apresiasi positifnya. Menurut Ardiansyah, kegiatan ini setidaknya memberi pengetahuan kepada para remaja tentang organ reproduksi tetapi juga wawasan tentang keberagaman dan terutama antikekerasan yang belakangan ini sedang marak.

“Saya baru baca di media, polisi baru saja menangkap empat pelaku pembunuhan. Ternyata, tiga di antaranya terbilang masih remaja. Ini sangat memprihatinkan,” sebut Ardiansyah. Karenanya, ia mengajak seluruh remaja, dan terutama orang tua agar menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya yang menanjak remaja agar tidak terseret pada perilaku kekerasan tersebut.

Sementara itu Koordinator Pamflet, Maulida Raviola menyebutkan, festival itu tidak semata mengangkat tema kesehatan reproduksi. Lebih dari itu, juga terkait dengan kesehatan, gender, kekerasan, termasuk penanaman nilai-nilai penghargaan terhadap keberagaman indiviu, antikekerasan, kesetaraan dan toleransi.

“Festival Suka Ria Remaja ini sengaja mengangkat tema itu karena sangat dibutuhkan remaja untuk dapat menjaga diri mereka dari perilaku seksual yang berisiko. Sekaligus untuk memutus lingkar kekerasan yang banyak terjadi di kelompok anak dan remaja di Indonesia,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, program tersebut dilaksanakan bersama enam sekolah di Palu dan Indramayu Jawa Barat. Tiga sekolah di Palu yang berpartisipasi itu adalah SMK Muhammadiyah 1, SMP Model Terpadu dan SMP Labschool Untad Palu.

Katanya, sejak 2015 lalu, sejumlah guru dan siswa dari sekolah tersebut mengikuti rangkaian pelatihan pendidik sebaya, kompetisi, serta implemetasi hasil pelatihan dengan mengangkat isu kesehatan reproduksi remaja sebagai topic.

“Selain itu, kegiatan ini juga dikerjasamakan dengan Penggerak Muda Sikola Mombine,” imbuhnya.

Festival itu juga dihadiri Direktur Sikola Mombine Mutmainnah Korona, anggota DPRD Sulteng Nasution Camang, Tokoh Poltik Perempuan Wiwik. (afd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here