Bermain di Kejuaraan Antarkampung, Celebest FC Coret 1 Pemainnya

PALU – Bermain di klub sepakbola professional mesti disiplin. Demikianlah pelatih sekaligus manajer Celebest FC, Rudy Eka Priyambada. Salah seorang pemainnya terpaksa dicoret dari daftar pemain karena melanggar aturan professional yang harusnya diusung, yakni bermain di kejuaraan antarkampung (Tarkam).

“Dia sudah dikontrak secara resmi. Meski saat ini kami belum bertanding, tidak semestinya pemain turun bersama tim lain dan tampil di tarkam,” kata Rudy seperti dikutip dari indopos.co.id.

Dicoretnya salah seorang pemain itu tidak menjadi persoalan besar bagi mantan asisten pelatih Al-Najma Bahrain ini, karena setidaknya masih terdapat 25 pemain lain dari 26 pemain yang menandatangani kontrak sebelumnya.

“Mau pemain itu punya kualitas bagus atau tidak, yang terpenting adalah sikap dan tanggung jawab terhadap tim,” ujar Rudy seperti disebut dalam laman itu. Menurut Rudy, dirinya sedang berusaha meletakkan fondasi yang tepat dalam membangun tim.

Sayangnya, laman itu tidak menyebutkan identitas pemain yang dicoret tersebut. Rudy, pelatih yang berlisensi A AFC itu tidak berhasil dikonfirmasi.

Sebelumnya, Celebest FC merekrut 26 pemain yang berasal dari beberapa daerah, yaitu 15 pemain dari Palu, 6 pemain dari Makassar, tiga dari Jakarta, Manado dan Majene masing-masing satu pemain. Para pemain itu berusia di bawah 27 tahun, kebanyakannya antara 17 sampai 19 tahun.

Saat ini Celebest FC yang tergabung di Grup 8 Indonesian Soccer Championship (ISC) B 2016 sedang mempersiapkan diri. Setidaknya telah empat kali melakukan pertandingan uji melawan klub-klub lokal.

Berdasarkan jadwal yang disepakati oleh klub dengan pihak PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator, Grup 8 yang memakai sistem home tournament baru digelar seusai Lebaran. Celebest FC bakal jadi salah satu tuan rumah karena Palu dan Palangkaraya ditunjuk sebagai lokasi pertandingan. Celebest FC bersama Persigubin, Yahukimo, Persiboul, Kalteng Putra, dan Persigo tergabung dalam Grup 8 ISC 2016 itu.

Mantan asisten peltaih Mitra Kukar ini optimistis, dengan pelatihan konsep, teori dan praktik yang diberikan selama ini, timnya akan bisa “berbicara” di Grup 8 ISC B 2016 nanti. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here