Istri Firman Minta Jenazah Suaminya Segera Diserahkan

0
201

PALU – Siti Fatimah, istri Firman alias Aco alis Ikrima, salah seorang anggota Santoso yang tertembak mati oleh Satgas Operasi Tinombala pada Minggu (15/5/2016) meminta agar jenazah suaminya segera diserahkan kepada keluarga agar dapat dimakamkan secepatnya.

Permintaan Siti Fatimah itu disampaikan  usai melihat langsung jenazah suaminya di Ruang Forensik Rumah Sakit Bahayangkara Palu, Kamis (19/5/2016). Usai melihat jenazah tersebut, Siti memastikan bahwa memang itu adalah suaminya.

Meski sudah memastikan bahwa jenazah tersebut adalah suaminya dan siap dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halamannya di Desa Malino, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara, namun pihak kepolisian belum mengizinkan yang bersangkutan untuk mengambil jenazah tersebut. Alasannya, masih akan dilakukan identifikasi.

Siti juga tidak habis fikir dengan alasan kepolisian tersebut, karena katanya surat nikahnya sudah diambil oleh polisi ketika melakukan penggerebekan di rumahnya sebelumnya. Lagi pula lanjutnya, ia sudah memastikan bahwa itu jenazah suaminya.

Siti datang ke RS Bhayangkara Palu bersama pamannya dan dua anak laki-lakinya. Ia juga didampingi salah seorang pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM), Akbar. Salah seorang dari anak laki-laki Siti Fatimah mengaku sudah diambil sampel DNA-nya oleh aparat untuk keperluan identifikasi.

Sementara itu, Akbar dari TPM menduga ada upaya untuk memperambat proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Alasan Polda Sulteng bahwa istri dari jenazah tersebut belum dapat memberikan keterangan otentik seperti buku nikahnya, karena menurutnya buku nikah terduga sudah di sita oleh kepolisian  ketika melakukan pemeriksaan di rumah terduga beberapa waktu lalu.

Meski demikian, pihak keluarga dan TPM tetap berupaya untuk melakukan negosiasi denga pihak Polda Sulteng untuk segera mengambil jenazah Firman secepatnya, karena sejak kontak tembak yang terjadi pada 15 Mei lalu telah memasuki hari ke empat sehingga harus segera dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, dua jenazah tewas  tertembak setelah kontak senjata dengan Satgas Operasi Tinombala di Desa Pantangolemba, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Jenazah baru tiba di Palu pada 18 Mei 2016 karena proses evakuasi yang terhambat sulitnya medan dan cuaca yang kurang mendukung. (wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here