Laki-45 Pertanyakan Dana Bupati Donggala ke Solo

DONGGALA – Ketua Laskar Anti Korupsi (LAKI) 45 Kabupaten Donggala, Rofandi Ibrahim mempertanyakan sumber dana yang di gunakan oleh bupati Kasman Lassa bersama 100-an rombongan saat berkunjung ke karaton Surakarta, Solo belum lama ini.

“Dari mana sumber dananya dengan membawa rombongan sebanyak 145 orang ke Solo. Itu dana pribadi atau menggunakan APBD?,” tanyanya.

Rofandi mengungkapkan akan mengusut sumber dana yang digunakan oleh bupati ketika menerima gelar kebangsawanan dari Karaton Surakarta tersebut.

Jika ditemukan ada dugaan tindak pidana korupsi kata dia, pihaknya akan melaporkan bupati ke Tipikor. Selain itu, Rofandi menduga ada dana APBD yang di gunakan oleh bupati dan rombongan ke Solo.

“Kita akan laporkan jika terbukti ada tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator rombongan ke karaton Surakarta, Kabag Umum Pemda Donggala, Razman melalui via telepon mengatakan bahwa sumber dana berasal dari masing-masing individu. “Saya hanya mengkoordinir masyarkat yang berangkat ke Solo waktu itu. Soal anggaranya setahu saya mereka membiayayinya sendiri. Tanya saja langsung kepada mereka yang ikut ke Solo,” jawabnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Donggala, Kasman Lassa. Karena, Minggu (1/5/2016) menerima gelar kebangsawanan sebagai bagian dari krabat Keraton Surakarta Hadiningrat. Gelar yang akan di berikan yaitu Kanjeng Raden Aryo Hadiningrat (KRAH).

“Gelar diberikan kepada bupati Kasman ini adalah gelar kekerabatan karena sudah diatas gelar Kanjeng Raden Tumenggung.Setingkat lagi, maka akan sama dengan gelar Presiden Indonesia, Joko Widodo, yakni Kanjeng Raden Pangeran Hadiningrat,” kata abdi dalem Karaton Surakarta, KRHT Ruspudio Dipuro, di Hotel Sahid, Jalan Gajah Mada Solo, Jawa Tengah

“Mestinya untuk setingkat bupati, gelarnya itu KRHT, tapi ini sudah melompat dua tingkatan. Pak Kasman sudah bagian dari Karaton Surakarta,” ungkapnya.

Untuk pemberian gelar kebangsawanan oleh Karaton Surakarta, kata dia biasanya paling banyak 15 orang kepala daerah itu sudah bersama pendamping di perkenankan masuk ke dalam karaton.

Namun khusus untuk bupati Donggala, pihak karaton mengizinkan rombongan bupati yang berjumlah 100 orang lebih untuk memasuki ruang pendopo menyaksikan sesi pemberian gelar tersebut.

“Untuk bupati Donggala memang di khususkan,” terangnya. (j.rizal)

Beita terkait:

Gelar Baru Bupati Donggala, Kanjeng Raden Aryo Hadiningrat Kasman Lassa

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here