Warga Bahomakmur Blokir Jalan PT BDM

MOROWALI – Seratusan warga Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali marah dan memblokir jalan hauling yang dibuat PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) di desa setempat, Rabu (11/5).

Kemarahan warga ayang berbuntut pemblokiran jalan tersebut dipicu ulah sekolompok orang yang diduga suruhan PT BDM melakukan pengrusakan dan penghancuran tanaman sengon milik Karjono, warga Bahomakmur.

Kepala Desa Bahomakmur, Sabar, via telepon kepada wartawan menuturkan kronologi pengrusakan tanaman pohon sengon warganya oleh terduga kaki tangan PT BDM itu.

Pada Selasa (10/5/2016) sekitar pukul 20.00 Wita segerombolan orang diduga dari pihak PT BDM melakukan pengrusakan dan penghancuran tanaman pohon sengon sebanyak 140 Pohon. Tanaman tersebut persis berada di atas lahan bersertifikat milik Karjono.

“Pada hari ini Rabu (11/5) pukul 08.00 hingga 16.00 masyarakat Desa Bahomakmur masih menutup jalan hauling yang persis membelah tanah milik Karjono. Suasana semakin memanas,” kata Sabar.

Sabar mengatakan, 100-an orang yang tergabung dalam Paguyuban Bahomakmur Peduli mendesak agar Pihak PT BDM segera melakukan ganti rugi, sebab jika tidak dilakukan ganti kerugian, masyarakat akan terus menutup jalan hauling tersebut.

Terpisah, direktur Jatam Sulteng, Syahrudin Ariestal Douw menegaskan pembangunan jalan hauling di Bahomakmur hingga saat ini memang terus menuai banyak masalah terhadap masyarakat Bahomakmur, seperti gangguan kebisingan dan debu.

“Akses masyarakat untuk mengelolah lahan bersertifikat semua terhambat akibat adanya jalan hauling yang merugikan masyarakat,” ujarnya.

“Untuk itu, kami dari JATAM Sulteng mendesak agar PT BDM dalam berinvestasi tidak merugikan masyarakat. Bahkan bila perlu PT BDM harus berhenti melakukan investasi yang melanggar hak azasi masyarakat Bahomakmur,” cetusnya. (j.rizal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Turunkan Kemiskinan 7.192 Jiwa, Sulteng Dapat MDGs Award

Thu May 12 , 2016
JAKARTA – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai, Provinsi Sulawesi Tengah berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam periode 2013-2015.

lsdmlsd sdklmglsdg sdglddmgl msbbm;dsmb dlmb;dflmb zdfmbdzlfmb