Benar Adanya, Operasi Tinombala Diperpanjang

JAKARTA – Operasi perburuan pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso beserta kelompoknya yang kini masih berada di hutan Poso, Sulawesi Tengah masih akan terus dilakukan, dan karenanya perburuan bersandi Operasi Tinombala yang sudah berakhir sejak 8 Mei diperpanjang 60 hari atau dua bulan hingga 8 Juli 2016 mendatang.

Perpanjangan ini sekaligus membuktikan prediksi sejumlah pihak tentang perpanjangan operasi tersebut. Alasannya, karena menjelang akhir operasi pad a8 Mei, tanda-tanda meringkus Santoso alias Abu Wardah beserta anggota kelompoknya tidak kunjung terlihat juga.

“Diperpanjang 60 hari, kita bertekad terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Santoso,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (10/5/2016) seperti dikutip dari detik.com.

Ia menegaskan, kepolisian dan TNI yang tergabung dalam operasi itu bertekad menuntaskan penegakan hukum terhadap kelompok Santoso. Satgas katanya tidak ingin Santoso beserta komplotannya menjadi semakin besar yang kemudian mengancam dan membahayakan kehidupan masyarakat.

“Jadi tujuan perpanjangan itu untuk memastikan bahwa upaya pengejaran terhadap para pelaku terus berlangsung,” ujarnya.

Menurut Boy, Satgas memerlukan waktu dalam membekuk kelompok Santoso karena faktor geografis luas dan sulitnya medan. Namun begitu, strategi baru akan diterapkan yakni mengepung dari berbagai arah untuk melumpuhkan Santoso dan kelompoknya.

“Tentunya ini tidak bisa dalam waktu singkat, artinya mereka juga mobile, tetapi titik koordinat mereka pada umumnya sudah diketahui, hanya untuk mencapai dan menemukan mereka perlu perjuangan,” tuturnya.

“Dengan memperpanjang masa operasi, berharap ini menjadi solusi menemukan sampai tempat persembunyian mereka,” tutupnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here