Peristiwa Isra Miraj Perlu Diketaui Generasi Muda

0
211

PALU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah memandang generasi muda perlu untuk mengetahui peristiwa Isra dan Miraj sebagai bentuk pengetahun yang berdampak pada keimanan dan ketaqwaan.

Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin M.Ag menyatakan peristiwa Isra dan Miraj, merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi dalam sejarah Islam, yang perlu untuk diketahui oleh pemeluk agama Islam.

“Agar sejarah terus terpelihara, maka generasi muda Islam perlu untuk mengetahui sejarah peristiwa Isra dan Miraj yang jatuh pada tanggal 5 Mei kemarin,” Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag, di Palu, Jumat (6/5/2016).

Tidak hanya sekedar mengetahui, kata dia, generasi muda Islam harus memahami secara seksama makna dan anjuran yang terkandung dalam peristiwa Isra dan Miraj yang sering di peringati oleh pemeluk agama Islam.

Hal itu, sebut dia, dapat diketahui dan dipahami oleh generasi muda didaerah tersebut, dengan cara mengikuti peringatan Isra dan Miraj yang diselenggarakan oleh tiap – tiap remaja Islam masjid dan pegawai syarah.

Dimana dalam peringatan perisitiwa Isra dan Miraj oleh setiap risma dan pegawai syarah di setiap masjid di daerah tersebut, selalu diikutkan dengan ceramah agama yang membahas tentang hikmah Isra dan Miraj.

“Salah satu cara agar generasi muda Islam dapat mengetahui tentang Isra dan Miraj, maka mereka harus dilibatkan dalam kegiatan peringatan Isra dan Miraj di setiap masjid,” sebutnya.

Dia mengutarakan pegawai syarah harus melibatkan pemuda dan pemudi yang beragama Islam tanpa terkecuali dalam peringatan Isra dan Miraj,  generasi muda dapat mengetahui peristiwa tersebut.

Selain itu orang tua harus memberikan perannya untuk menyuruh atau mengajak anaknya ke masjid untuk mengikuti peringatan Isra dan Miraj, demi menambah pengetahuan yang berdampak pada kualitas keimanan.

“Saat ini telah terjadi pergeseran, dimana dalam peringatan Isra dan Miraj di setiap masjid di Kota Palu, orang tua jauh lebih banyak hadir ketimbang anak muda. Hal ini tidak bisa dibiarkan, olehnya perlu pembinaan terhadap generasi muda dengan melakukan berbagai kegiatan keagamaan,” urainya. (mat/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here