AJI Sesalkan Sikap Polisi Tangkap Wartawan Saat Liputan

0
231

JAYAPURA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura sesalkan sikap aparat yang menangkap wartawan saat melakukan peliputan aksi massa KNPB. Penangkapan itu terjadi ketika Ardi Bayage, wartawan Suara Papua meliput aksi tersebut, Senin (2/5/2016).

Ardi Bayage mengaku saat ditangkap, mendapat perlakukan kasar aparat yang mencurigainya sebagai massa aksi KNPB. Handpone Ardi dirusak meskipun kartu identitasnya sebagai wartawan sudah diberikan dan disampaikan statusnya sebagai seorang wartawan.

“Kami berharap cara–cara seperti ini tidak dilakukan aparat keamanan dalam menginterogasi atau menangkap seseorang, apalagi  jika dari kornologis seorang korban telah mengakui keberadaannya,” ujar Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Jayapura, Eveerth Joumilena, di Abepura, Senin  (2/5).

Ia mengatakan, aparat mestinya memehami kerja jurnalis di lapangan. “Saya kira wartawan saat meliput aksi demo KNPB adalah dinamika politik yang memang terjadi depan ruang pubik, sehingga tidak terhindar dari situasi, namun demikian kami tetap hargai sikap aparat jika mengatur dan memberikan rambu–rambu tanpa perlu bertindak “salah tangkap” kepada wartawan yang bukan menjadi massa aksi,” katanya.

Ketua AJI Kota Jayapura, juga berpesan kepada setiap jurnalis di Papua untuk selalu melihat kelengkapannya sebelum melakukan peliputan, apalagi aksi demo. “Jurnalis juga harus memahami situasi dan bisa menempatkan diri, sehingga tidak dicurigai,” harapnya.

Ia mendesak anggota kepolisian yang merusak kepada fasilitas kerja wartawan itu dikompensasi karena Ardi telah menunjukan kartu identitas saat peliputan dan tidak dihiraukan

Sebelumnya, Ardi Bayage menceritakan, saat dirinya digiring ke Polsek Abepura, ia menyampaikan lagi bahwa dirinya adalah wartawan, bukan massa aksi. “Tapi polisi sama sekali tidak menghiraukannnya. Malah polisi bilang, “Ah Ko Tipu saja”. Padahal, jelas-jelas ID Card saya ada di tangan polisi dengan noken saya,” dalam keterangannya.

Setelah sekitar 30 menit kemudian, Ardi diarahkan ke Mako Brimob bersama 7 orang yang bersamanya. Dalam perjalanan ke Mako Brimob, seorang polisi berkata bahwa kalau mau liputan harus minta izin sama semua polisi yang ada di lapangan.

Di Markas Brimob, Kotaraja, 7 orang yang bersamanya diminta bergabung dengan masa aksi yang sudah ada lebih dulu di lapangan Mako Brimob. Sementara dirinya diarahkan ke tempat area terbuka yang ada di halaman Mako Brimob. (AJI Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here