Published On: Wed, Apr 27th, 2016

Lambat Melapor, KPPU Denda LG International Rp8 Miliar

JAKARTA –  Komisi Pengawas Pesaingan Usaha (KPPU)  mendenda perusahaan LG International Corp sebesar Rp8 miliar terkait keterlambatan pemberitahuan  pengambilalihan saham  PT. Binsar  Natorang  Energi kepada KPPU, Selasa (26/4/2016).

Keputusan denda itu disampaikan dalam sidang KPPU dengan Majelis  Komisi  yang  terdiri dari  Kamser  Lumbanradja sebagai  Ketua  Majelis,  Sukarmi dan  Chandra  Setiawan masing-masing  sebagai  Anggota  Majelis.

Majelis telah melakukan pemeriksaaan perkara No. 16/KPPU-M/2015 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 29 ayat (1) dan  (2)  UU  No.  5  Tahun  1999  jo  Pasal  6  Peraturan  Pemerintah  No.  57  Tahun  2010 dalam  Pengambilalihan  Saham  PT.  Binsar  Natorang  Energi  yang  dilakukan  oleh  LG International  Corp.

Objek  perkara  ini  adalah  Keterlambatan  Pemberitahuan  Pengambilalihan Saham  PT. Binsar  Natorang  Energi  oleh  LG  International  Corp.  kepada  KPPU  sebagaimana diatur  dalam Pasal  29  ayat  (1)  dan  (2)  UU  No.  5  Tahun  1999  jo  Pasal  6  Peraturan  Pemerintah  Nomor  57 Tahun 2010.

Nilai  asset  dan  nilai  penjualan  pengambilalihan  saham  PT.  Binsar  Natorang  Energi  oleh  LG International  Corp.  telah  memenuhi  batasan  nilai  yaitu  aset  gabungan  sebesar  Rp. 3.826.916.343.127.  Dan  nilai penjualan gabungan sebesar  Rp.5.315.794.952.347 .  Dengan demikian, batasan nilai pengambilalihan saham telah memenuhi batasan (threshold) nilai penjualan (omset) dan asset minimal dilakukannya penilaian sebagaimana diatur dalam

Pasal  5  (2)  PP  No.  57/2010  yang  menyatakan  bahwa  suatu  transaksi  akuisisi  akan  diadakan penilaian  apabila:  (a)  asset  gabungan  dari  transaksi  ini  melebihi  Rp.  2,5  triliun  rupiah  dan atau (b) omset gabungan melebihi Rp. 5 triliun.

Berdasarkan  kesimpulan  penyelidikan  yang  dilakukan  oleh  investigator  terdapat keterlambatan pemberitahuan penggabungan, peleburan  dan  pengambilalihan kepada KPPU. LG  International  Corp.  terlambat  melakukan  pemberitahuan  pengambilalihan  saham  PT. Binsar Natorang Energi selama 20 hari kerja.

Dengan demikian unsur Pasal 29 UU No. 5 Tahun 1999 yaitu (1) Unsur pengambilalihan saham terpenuhi,  (2)  unsur  nilai  aset  dan  atau  nilai  penjualan  yang  melebihi  jumlah  tertentu terpenuhi, (3) Unsur keterlambatan melakukan pemberitahuan kepada Komisi terpenuhi.

Berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisa dan kesimpulan tersebut maka Majelis Komisi memutuskan menghukum LG  International  Corp.  untuk membayar denda sebesar Rp. 8 miliar yang  harus  disetor  ke  kas  negara  sebagai  setoran pendapatan denda di bidang persaingan usaha. (afd/*)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: