TNI/Polri Waspadai Pelarian Anggota Santoso

POSO – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2016 yang terdiri dari unsur TNI dan Polri mewaspadai pelarian anggota kelompok teroris Santoso menyusul terjadinya perpecahan di kelompok tersebut.

Kewaspadaan personel gabungan dilakukan dengan melakukan penyekatan di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan hutan dan gunung yang beraa dalam kawasan operasi perburuan. Selain itu, patroli ke dalam hutan juga ditingkatkan intensitasnya.

Informasi dari intelijen menyebutkan, masih ada kemungkinan anggota kelompok Santoso yang sudah berbait kepada ISIS itu akan melarikan diri dari kelompoknya terkait tidak harmonisnya lagi hubungan di antara mereka.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulteng di Mapolres Poso membenarkan telah terjadi perpecahan di kelompok teroris yang masih terus bergerilya di hutan-hutan wilayah Poso itu. Perpecahan itu menurut Hari diungkapkan oleh dua DPO yang telah tertangkap, yakni perlakuan istimewa terhadap tiga perempuan yang ikut dalam kelompok tersebut, yakni istri Santoso, istri Basri dan istri Ali Kalora.

Salah satu lokasi yang diwaspadai aparat gabungan TNI/Polri adalaj Desa Pantangolemba, Taunca dan Padalembara yang berada di wilayah Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Di desa ini bahkan telah didirikan pos-pos sekat yang ditempati oleh personel gabungan yang bertugas selama 1 x 24 jam secara bergantian, untuk mengawasi perlintasan orang dan barang dengan mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat.

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap identitas, barang bawaan, maupun bagian dalam kendaraan yang melintas melewati pos sekat tersebut. Pemeriksaan ini diantaranya untuk mencari benda-benda berbahaya seperti bahan peledak, senjata tajam dan orang orang tidak dikenal yang berupaya menyusup keluar atau masuk ke wilayah itu.

Hari Suprapto juga menyebutkan, dari informasi yang diperoleh, sedikitnya ada lima anggota kelompok Santoso yang berusaha memisahkan diri dan kabur dari kelompoknya. Dari kelima orang itu, empat di antaranya sudah tertangkap dan kini tersisa satu lagi yang menunggu kesempatan kabur dari Santoso.

Hingga saat ini masih terdapat 27 orang lagi anggota kelompok Santoso yang masih diburu aparat gabungan. Sejak Operasi Tinombala itu digelar 10 Januari 2016 allu, operasi yang melibatkan 3.000 personel gabungan itu telah menewaskan 10 orang dan menangkap 4 dari kelompok santoso yang sebelumnya berjumlah 41 orang. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here