Published On: Sat, Apr 16th, 2016

IMM-KAMMI Palu Tuntut Evaluasi Keberadaan Densus 88

PALU – Sejumlah massa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) turun ke jalan, Jumat (15/4/2016). Sembari membawa spanduk dan beberapa pamflet, mereka mendatangi Kantor DPRD Sulteng dan Polda Sulteng.

Tuntutan mereka yakni meminta dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan pasukan elit Polri, yakni Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Pasalnya, sudah cukup banyak kasus salah tangkap dan penyiksaan yang berujung pada hilangnya nyawa orang yang tak bersalah.

Aksi yang juga diikuti oleh Aktivisis Dakwah Kampus (ADK), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Pemuda Muhammadiyah Kota Palu itu dijaga ratusan aparat kepolisian, super ketat. Penjagaan ekstrim itu oleh beberapa sumber menyebutkan, juga terkait dengan kedatangan orang nomor 1 di tubuh korps berbaju coklat itu ke Poso dalam rangka evaluasi Operasi Tinombala 2016.

“Kami meminta agar keberadaan Densus 88 dievaluasi. Karena banyak sekali kasus yang tidak sesuai dengan aturan yang dilakukannya. Ironisnya karena seolah Densus 88 ini tak tersentuh hokum,” kata salah seorang mahasiswa saat berorasi di depan Kantor DPRD Sulteng.

Katanya, kasus terbaru dari sekina banyak kasus lainnya adalah Sinoyo di Klaten yang saat ditangkap masih sangat segar bugar. Namun ketika dipulangkan sudah menjadi mayat. “Bukan karena Sinoyo ini muslim sehingga kami turun, ini adalah kasus kemanusiaan,” sebut pengunjuk rasa tersebut.

Jangankan Sinoyo lanjut orator tersebut, seluruh warga yang mendapat perlakuan tidak manusiawi wajib hukumnya dibela. “Bapak-bapak polisi yang kalau mati secara tidak wajar dan itu akibat tindakan yang tidak manusiawi, pun harus kami bela,” ujarnya lagi.

Menurutnya, jika evaluasi itu tidak dilakukan maka sangat berbahaya, karena Densus 88 yang nota bene adalah salah satu unsur penegak hukum justeru berbuat melanggar hukum. “Kita butuh Densus 88 karena masih cukup banyak teroris yang harus dibasmi. Tapi tolong, cara-cara yang anda gunakan dalam penanganan terorisme itu yang lebih manusiawi-lah,” sebutnya.

Dua anggota DPRD Sulteng masing-masing Nasution Camang dan Iwan Lamporo menemui massa aksi tersebut. Keduanya menyatakan menerima aspirasi massa tersebut untuk ditindaklanjuti. “Kami berpihak kepada warga dan cara yang anda tempuh untuk menyampaikan aspirasi ini sudah betul, sopan dan etis. Kami akan menindaklanjuti ini sesuai dengan mekanisme yang ada,” ujar Nasution, anggota DPRD Sulteng dari Partai Nasdem didampingi Iwan Laporo dari Partai Hanura.

Usai menggelar aksinya di Kantor DPRD Sulteng, massa kemudian bergerak ke Kantor Polda Sulteng untuk menyuarakan hal yang sama. Mereka meminta agar Kapolda menemuinya, namun itu tidak bisa dipenuhi lantaran Kapolda sedang berada di Poso mendampingi Kapolri yang melakukan kunjungan ke daerah Operasi Tinombala tersebut. (afd)

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>