Dua Anggota Santoso yang Tertangkap masih Cukup Belia

POSO – Dua anggota jaringan Mujahidin Indonesa Timur (MIT) pimpinan Santoso ditangkap hidup-hidup oleh aparat gabungan Operasi Tinombala 2016 di Desa Padang Lembara, Poso Pesisir Selatan, Jumat (15/4/2016).

Kedua orang yang juga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) itu berinisial IR alias Ibad alias Amru asal Bima, NTB dan MS alias Sul alias Irfan asal Jawa Timur dan keduanya tergolong masih cukup belia.

Informasi yang berhasil dikumpulkan menyebutkan, penangkapan itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita sebelum shalat Jumat. Keduanya berkeliaran di perkampungan dan diduga karena kelaparan sehingga turun gunung.

Oleh warga setempat, kedua orang itu tidak dikenali dan mencurigakan sehingga dilaporkannya ke pos pengamanan operasi yang ada di desa tersebut. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh intel Satgas dan langsung menuju lokasi yang dimaksudkan pelapor.

Sebelum ditangkap, intel sempat bertanya asal kedua orang tersebut. Salah seorang di antaranya menjawab berasal dari Medan, namun intel itu tidak percaya karena logatnya beraksen Madura. Keduanya langsung disergap dan langsung dibawa ke Mapolres Poso. Dari kedua orang tersebut diamankan sebuah bom lontong aktif.

Dugaan bahwa kelompok Santoso makin terdesak karena terputusnya akses logistic ada benarnya. Buktinya, kedua orang yang ditangkap tersebut sangat lapar. Bahkan ketika akan diinterogasi, salah satunya meminta agar diberi makan lebih dahulu.

“Kasih makan dulu saya pak, nanti saya akan bongkar semuanya setelah makan,” ucap salah seorang di antaranya seperti yang ditirukan sumber tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto membenarkan adanya penangkapan dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) jaringan Santoso tersebut. “Benar, mereka langsung digiring ke Polres Poso untuk pemeriksaan selanjutnya,” kata Hari.

Kedua pelaku menjalani interogasi di salah satu ruang laborotorium lapangan oleh tim Operasi Tinombala dari Polri dan TNI kemudian diamankan di sebuah tempat yang dirahasiakan.

Ia hanya menyebutkan bahwa saat penangkapan di salah sebuah kebun warga, kedua lelaki itu tidak melakukan perlawanan.

Sejak Operasi Tinombala digelar, sedikitnya 4 orang anggota Santoso tertangkap hidup dan 8 orang tewas tertembak mati serta satu ditemukan sudah tewas. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here