Published On: Fri, Mar 25th, 2016

Ditawarkan Kerjasama Penerbitan Buku “Cahaya Mata Generasi Kedua”

PALU – Pengungkapan  Tragedi 1965/66 oleh berbagai pihak dengan berbagai macam media, sudah banyak dilakukan oleh perseorangan maupun lembaga tertentu. Namun materi yang diangkat masih lebih banyak terfokus pada analisa politik dan orang-orang yang disebut korban.

Sisi lain yang belum banyak dimunculkan adalah perjalanan atau proses kehidupan Generasi Kedua hingga tetap hidup sampai  saat sekarang ini. Karena itu, Lembaga Kreatifitas Kemanusiaan yang dipimpin Putu Oka Sukanta menggagas penerbitan buku terkait hal itu dengan ancangan tema “Cahaya Matahari Generasi Kedua”.

“Saya menawarkan kerjasama penulisan kepada para sahabat, baik yang akan menggunakan nama asli maupun nama samaran. Fokus utama adalah usaha melawan penistaan dan hasilnya sampai saat sekarang,” kata Putu Oka dalam rilisnya, Kamis (24/3/2016).

Ia mengatakan, sambil menunggu anak muda dan atau lembaga yang berminat dengan sukarela membantunya, kegiatan akan berjalan simultan, baik dari mencari relawan administrasi, relawan pendampingan  penulisan dan pewawancara, nara sumber yang bersedia menyumbangkan pengalamannya, dan pencarian sumber dana.

“Terus terang, dana untuk membiayai kegiatan ini belum ada. Saya baru mulai mencari pendukung dana baik perseorangan maupun lembaga, baik dalam jumlah kecil (recehan) maupun jumlah besar,” sebutnya.

Dalam kaitan itu, ia juga menawarkan kepada para sahabat untuk ikut berpartisipasi sebagai nara sumber yang bersedia menyumbangkan pengalamannya dalam bentuk tulisan maupun sebagai pendukung bagian-bagian lain dari program ini.

Katanya, mereka yang kapasitasnya sebagai nara sumber sangat diharapkan bisa menuliskan sendiri pengalamannya, yang akan dibantu oleh editor. Kalau tidak bersedia menulis sendiri, akan dibantu oleh pewawancara untuk  mencatat atau merekam pengalaman yang bersangkutan.

“Sangat saya harapkan para sahabat ikut berpartisipasi dalam program ini dengan penuh semangat dan bahagia sehingga terpancar di cahaya mata. Maju terus, terus maju, karena punya kaki,” tandasnya.

Ia memesankan, tulisan bisa dibuat dalam 8.000 kata dan sebisanya tulisan tersebut telah dikirim pada akhir Mei 2016 ke alamat email poskanta@gmail.com. (afd/*)

Profil buku CAHAYA MATA GENERASI KEDUA.

  1. Kertas isi HVS 80 grm BW, Cover Art Paper 230 grm, color.
  2. Ukuran buku : 15 x 21 Cm
  3. Isi buku: Pengantar, Kisah Nyata 25 Generasi Kedua yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Luar Negeri, Penulis, Lembaga pendukung dan Komentar.
  4. Tebal antara 350 – 400 halaman.
  5. Panjang naskah setiap tulisan berkisar 8000 kata.

Jadwal Realisasi Program

  1. .Pebruari – Maret : Mempersiapkan Nara Sumber 25 orang, Pewawancara, Editor, Staf pelaksana.Pertemuan memahami makna program.
  2. Pebruari – Mei : Nara sumber yang sudah ada mulai menulis, pendampingan Nara sumber yang menulis sendiri kisah nyatanya kalau diperlukan. Wawancara Nara sumber yang tidak mampu menuliskan sendiri kisah hidupnya.
  3. Juni- Agusutus mempersiapkan naskah hingga siap cetak.
  4. Agustus – September Naik Cetak
  5. Oktober- Desember Peluncuran dan Distribusi.

Sebaran Nara Sumber

Nara sumber dan penanggung jawab yang sudah siap bekerja (*)

  1. Jawa 7 *
  2. Bali 3*
  3. Sumatra Barat 2 *
  4. Sumatra Utara 1*
  5. Irian 1* Penanggungjawab Ngurah Suryawan
  6. Sumatra Selatan 2,
  7. Kalimantan, Aceh, Maluku ? Penanggungjawab Baitualeka?
  8. Sulawesi Tengah ?* Penanggung jawab Ella.
  9. Sulawesi Utara 2 * Penanggung jawab Nurhasanah
  10. NTT 2* Penanggung jawab Mery Kolimon.
  11. Australia 1*
  12. German 2*

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>