Komisi Pertahanan Minta Operasi Tinombala di Poso Dievaluasi

0
164

JAKARTA – Dikutip dari cnnindonesia.com, anggota Komisi Pertahanan DPR RI Ahmad Zainudin menilai Operasi Tinombala untuk memburu kelompok teroris pimpinan Santoso di Poso harus dievaluasi.

Evaluasi itu perlu dilakukan menyusul peristiwa jatuhnya Helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP, Minggu (20/3/2016). Dalam kecelakaan itu terdapat 13 prajurit yang sedang terlibat operasi pengejaran terhadap Santoso.

“Musibah ini harus menjadi evaluasi menyeluruh terhadap operasi Tinombala. Musibah ini mungkin saja tidak terjadi jika rencana operasi berhasil sesuai target dan jadwal yang ditetapkan,” kata Zainudin dalam keterangan tertulisnya seperti dimuat di laman tersebut, Senin (21/3/2016).

Politikus PKS ini menyayangkan, operasi yang melibatkan unsur gabungan TNI/Polri ini diperpanjang hingga dua bulan ke depan. Padahal, dari informasi yang diterimanya, saat ini operasi telah dalam proses pengepungan kelompok Santoso di wilayah hutan pegunungan Desa Torire, Poso.

Zainuddin meminta agar operasi perburuan terhadap kelompok Santoso harus segera dituntaskan karena seharusnya telah selesai 9 Maret lalu.

“Setelah ini, saya kira kelompok Santoso harus segera diselesaikan,” ujar Zainuddin.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah akan terus memburu pimpinan Mujahidin Indonesia Timur, Santoso alias Abu Wardah dan kelompoknya yang bersarang di Poso, Sulawesi Tengah.

Luhut tidak peduli, walaupun nantinya waktu yang ditentukan telah habis, perburuan terhadap Santoso tetap akan dilanjutkan hingga pimpinan kelompok teroris itu tertangkap.

Dalam Operasi Tinombala, kepolisian menargetkan waktu penangkapan Santoso selama 60 hari. Belakangan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memperpanjang operasi tersebut hingga dua bulan ke depan. (sumber: cnnindonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here