Bocah Itu Menciumi Foto Almarhum Mantan Kapenrem 132 Tadulako

JAKARTA – Spontan saja, seorang bocah perempuan berambut panjang berjalan perlahan mendekati salah satu dari 13 peti mati yang berjejer rapi di Hanggar Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Hanggar itu memang menjadi tempat persemayaman 13 jenazah korban jatuhnya helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di perkebunan warga di desa Kasiguncu, Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu (20/3/2016) menjelang petang.

Tak diketahui pasti siapa nama bocah itu, namun diduga adalah keluarga dekat dari Mayor Inf. Faqih Rasyid yang selama ini bertugas sebagai Kepala Penerangan Korem 132 Tadulako (Kapnrem) yang saat ini telah dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi Letkol Inf. Anumerta.

Foto di atas yang diabadikan pewartafoto foto Antara, Widodo S. Jusuf menggambarkan bagaimana aksi bocah itu di depan jenazah almarhum mantan Kapenrem 132 Tadulako Kol INF. Anumerta Faqih Rasyid.

Hampir semua mata tertuju pada tingkah spontan bocah perempuan itu. Orang-orang yang memadati hanggar itu tertegun, diam seribu bahasa, pilu. Seorang keluarga dekat almarhum tak kuasa membendung airmatanya menyaksikan aksi lugu bocah itu.

 Inilah foto Mayor Fakih Rasyid yang dikirim ke saudaranya di Soppeng beberapa saat sebelum helikopter yang ia tumpangi jatuh. (Foto: istimewa)
Inilah foto Mayor Fakih Rasyid yang dikirim ke saudaranya di Soppeng beberapa saat sebelum helikopter yang ia tumpangi jatuh. (Foto: istimewa)

Sedianya, Letkol Inf. Anumerta Faqih Rasyid akan dimakamkan di kampung halamannya  di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Namun Panglima TNI Jenderal gatot Nurmantyo menegaskan, urusan pemakaman seluruh korban helicopter tersebut diambil alih oleh Negara dan semuanya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Letkol Inf. Anumerta Faqih lahir di Laburawung, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Watansoppeng, Sulawesi Selatan pada 17 Agustus 1962. Ia adalah anak keempat dari lima bersaudara dar pasangan Abdu Rasyid (Bapak) dan I Padi (Ibu).

Ia melalui pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Madello Watansoppeng, SMP 2 Watansoppeng, SMA Watansoppeng kemudian mendaftar jadi tentara. Lulus Sekolah Calon Tamtama (Secata) tahun 1983-1984 dan Secapa tahun 1993 dan sejak itu meninggalkan kampung halamannya untuk bertugas di Palu bersama istrinya Hj Isnaniah Latandang hingga ajal menjemputnya.

Istrinya, Hj Isnaniah Latandang asli makassar dengan anak tiga, Lestari Amanda (30) Adhe Patahillah (20), dan Jiha Fadillah (17).

Almarhum terakhir kali ke kampong halamannya di Soppeng setahun lalu, yakni Maret 2015 untuk silaturahim dengan keluarga dan berziarahi ke makam almarhum orang tuanya. Almarhum diketahui sangat mempavoritkan sayur kelor dan ikan kering.

Sejak diangkat sebagai Kapenrem 132 Tadulako tahun 2015 lalu, almarhum dikenal cukup dekat dengan kalangan wartawan. Berbagai urusan penerangan dan kegiatan jurnalistik dengan sigap dapat dikerjakannya.

Sejumlah waratwan di Palu juga merasa kehilangan atas kepergiannya. Terkahir bertemu dengan wartawan di Pos ketika akan beranjak akan menaiki helicopter yang kemudian membawanya pergi selama-lamanya. Selamat Jalan Letkol Inf. Faqih Rasyid, kami akan merindukan sosokmu… (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here