Razia Narkoba dan Tes Urine di Rutan Palu Ricuh

PALU – Razia narkoba di rutan kelas II A Palu, Sulawesi Tengah berlangsung ricuh. Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Kanwilkumham, Kepolisian dan TNI akhirnya menghentikan proses penggeledahan dan tes urine bagi para tahanan narkoba di rutan tersebut.

Kericuhan berawal saat pemeriksaan di salah satu blok Rutan. Akibat dari jatuhnya jemuran milik napi yang berada di dalam blok tahanan, para tahanan yang berada di dalam blok tidak menerima kejadian tersebut dan spontan berteriak dan menyalahkan para petugas yang melakukan penggeledahan sehingga memancing para tahanan di blok lainnya membuat kegaduhan.

Kepala BNNP Sulawesi Tengah, Kombes Pol Joko Marjatno menduga kalau ini adalah upaya para tahanan untuk menggagalkan operasi di dalam rutan. Hanya saja pemicu awalnya dari kejadian yang kecil saja, pemeriksaan baru berlangsung sekitra 20 menit itu akhirnya di hentikan.

Meski demikian, masih sempat melakukan tes urine kepada 12 orang napi narkoba. Dari 12 sampel tersebut terdapat 7 orang yang positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Kepala Rutan Kelas II A Palu, Giyono mengatakan awalnya pemeriksaan ruang tahanan dan tes urine berlangsung aman namun selang beberapa saat akhirnya gaduh disebabkan oleh jatuhnya jemuran di dalam blok sata terjadi pengeledahan.

Saat ini jumlah napi di rutan tersebut sebanyak 282 napi, 18 orang diantaranya adalah tahanan kasus psikotropika. Dari kejadian ini aparat dari BNNP dan Kanwilkumham akan memproses ke tujuh napi yang positif menggunakan narkoba tetapi tetap berkordinasi dengan pihak rutan Kelas II A Palu. (wan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here