Jenazah Ponda Masih “Ditahan” di Kamar Jenazah

0
243

PALU – Sejak tertembak mati pada  1 Maret 2016 lalu atau sejak 16 hari sejak kematiannya, jenazah terduga teroris Pondo alias Dodo yang tewas pada kontak senjata dengan aparat di Desa Torire, Lore Utara, Poso, masih ditahan oleh kepolisian di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu.

Keluarga korban tentu saja keberatan dengan penahanan itu karena ingin sesegera mungkin mengebumikannya.

Namun pihak Polda Sulteng tetap berkeras belum bersedia menyerahkan kepada pihak keluarga sebelum segala sesuatunya dinilai beres, terutama soal identifikasi korban melalui sampel DNA.

“Ibunda dan adik kandung dari Ponda sudah diambil sampel DNA-nya sekitar 15 hari yang lalu. Namun sampai saat ini, juga belum ada hasil. Apakah di zaman yang sudah super canggih ini, DNA yang sudah diambil sejak 15 hari yang lalu belum ada hasilnya,” jelas anggota Tim Pengacara Muslim (TPA), Akbar bersama Harun Nyak Itam kepada sejumlah awak media di Kantor Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Rabu (16/3/2016).

Menurut Akbar, alasan yang disampaikan pihak Polda Sulteng kepada keluarga dinilai mengada-ada dan tanpa alasan yuridis. Pihak keluarga katanya bertanya-tanya, kenapa jenazah yang lainnya cepat diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan jenazah Ponda diperlambat.

“Sebagai contoh Daeng Koro, diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, dalam kurun waktu tiga hari. Kenapa berbeda dengan jenazah Ponda, hal inilah yang masih belum ada penjelasan,” kata Akbar.

Terkait hal ini pihak keluarga juga sebelumnya sudah menyurat kepada Kapolri serta Kapolda namun hingga kini belum ada jawaban.

Jika jenazah telah diserahkan, rencananya keluarga akan memakamkannya di Solo.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi sebelumnya menyatakan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud menahan jenazah tersebut. “Semuanya murni karena memang belum ada hasil tes DNA dari Mabes Polri,” tegas Rudy kepada wartawan di salah satu hotel di Palu, Selasa (15/3/2016) sore. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here