Turis Asal Belanda yang Tewas di Pusentasi Itu, Ternyata Dokter Anak

0
137

DONGGALA – Sebelum tewas tenggelam, Scute Marfo (47) turis asal Belanda itu sempat melambaikan tangan meminta pertolongan.

Melihat korban meminta pertolongan, pemandu wisata dari Harmoni Cotage tempat Scute dan puluhan temanya menginap, kemudian melemparkan tali dan menarik tubuh Scute hingga kepinggiran kapal yang mereka tumpangi, lalu diberikan O2 dan bantuan pernafasan buatan.

Kabag Ops Polres Donggala, Kompol Fadli Agus dihubungi mengatakan, tubuh Scute diangkat menggunakan terpal. Saat diangkat korban sudah tak sadarkan diri, lalu kemudian rekanya memberikan bantuan pernafasan melalui mulut.

“Pada saat diberikan nafas buatan, dari mulut korban keluar cairan berbusa dan berbau alkohol,” kata Kompol Fadli.

Sayang nyawa Scute tidak bisa diselamatkan. Jasad korban kemudian dilarikan ke RSUD Kabelota untuk keperluan visum.

“Dari hasil pemeriksaan korban dinyatakan MD,” terangnya.

Dari pengakuan teman korban yang juga menjadi pimpinan rombongan, Caroline, Scute adalah seorang dokter anak. Ke Donggala mengisi waktu luang sebelum menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Scute tewas saat melakukan snorkeling di Tanjung Atol, Pusentasi, Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala, Senin (7/3) lalu. (Jose Rizal)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here