Poso Jadi Pilot Project Indonesia Back to nature

0
219

JAKARTA – Kabupaten Poso menjadi pilot project untuk implementasi konsep Indonesia Back to Nature. Konsep itu merupakan gagasan upaya pelestarian lingkungan bertajuk “Dari Alam, Oleh Alam dan Untuk Alam” yang dalam pelaksanaannya tidak membebani pemerintah dalam hal pendanaan.

Konsep ini merupakan gagasan aktivis Indonesia, Arie Belougi yang diperkenalkan ke publik sejak sepuluh tahun yang lalu. Pada awalnya Indonesia Back to Nature ditanggapi miring sejumlah pihak, tertama dari kalangan akademisi dan praktisi, namun Arie Belougi yakin dengan apa yang ia lakukan adalah suatu hal yang rasional dan bermanfaat.

“Arie Belougi sosialisasikan konsep ini selama sepuluh tahun dan saat ini sudah sudah mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan sejumlah lembaga baik di dalam maupun di luar negeri, dan pelaksanaan konsep tersebut saat ini sudah teralisasi,” kata Komisaris Utama PT. Riu Mamba, Tabitha Agus Pattinama dalam rilisnya kepada beritapalu.com, Rabu (9/3/2016).

PT. Riu Mamba Karya Sentosa di Jakarta sebutnya adalah perusahaan yang pertama kali menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian dalam kegiatan ini. Langkah perusahaan tersebut diikuti sejumlah perusahaan dan lembaga lain seperti PT. Rantemario International Group dan Yayasan Bil Ma’ruf Ali Ba, sebuah yayasan peduli lingkungan dan pendidikan anak – anak pedalaman yang berkedudukan di Kendari, Sulawesi Tenggara serta beberapa organisasi nirlaba lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Pada awal tahu 2016 ini, PT. Riu Mamba karya Sentosa mengawali kegiatannya dengan pengembangan budidaya tanaman Super Paulownia, sebuah  jenis tanaman yang banyak menyerap karbon dioksida (CO2) dan cocok dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia.

Pilot project PT. Riu Mamba Karya Sentosa tersebut terletak di Kabupaten Poso bagian Timur Sulawei Tengah, dan dilakukan di atas lahan seluas 10.000 hektar dari total 34.000 hektar yang sudah mendapat izin dari pemerintah.

Aktivis lingkungan, Andi Faisal Jemma, dalam  sebuah temu wicara dengan sejumlah perusahaan dan lembaga yang ikut andil dalam kegiatan ini mengatakan bahwa realisasi dari Indonesia Back to Nature adalah bagian dari revolusi moral anak pedalaman Indonesia untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam upaya pelestarian lingkungan.

Andi Faisal menambahkan bahwa kegiatan ini juga akan berjalan di sejumlah daerah lain dan lokasinya akan ditentukan sendiri oleh perusahan serta lembaga  yang ikut bergabung.

Menurutnya, Indonesia Back to Nature gagasan Arie Belougi ini memiliki multi manfaat, selain dapat menyerap banyak tenaga kerja, juga menjaga ekosistim untuk dapat terus bersinerji dengan alam, dan manfaat paling utama adalah mengembalikan fungsi hutan Indoesia sebagai paru – paru dunia.

Praktisi kehutanan, Ir. Andi Syamsul Bachrie mengatakan bahwa PT. Riu Mamba Karya Sentosa wajib dicontoh oleh perusahaan ataupun lembaga lain yang sudah menyatakan kesediaanya untuk bergabung agar segera memulai kegiatannya.

Chief Executive Officer PT. Riu Mamba Karya Sentosa, Ronaldi Rante Lino yang juga hadir dalam acara tersebut memberi jempol kepada Arie Belougi atas gagasan serta idenya yang sederhana namun menginspirasi buat banyak orang dalam melakukan hal – hal yang bermanfaat.

Hal senada juga di sampaikan Komisaris Utama PT. Riu Mamba, Tabitha Agus Pattinama. Menurut Tabitha, Arie Belougi adalah sosok orang pedalaman yang punya idealisme, terlepas dari tanggapan miring terhadap ide dan gagasan – gagasanya dia juga selalu berupaya mengajak orang untuk selalu berpikir secara rasional.

Ditambahkan bahwa dirinya juga sempat tidak menanggapi konsep Indonesia Back to Nature yang ditawarkan Belougi ini, namun setelah kami pelajari project proposalnya baru kami mengerti dan menyatakan bahwa PT, Riu Mamba Karya Sentosa siap bergabung dan langung menunjuk Poso sebagai areal operasi. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here