Warga Jepang Lebih Memilih Amati GMT Di Matantimali

0
192

SIGI – Topografi pegunungan Matantimali yang berada di ketinggian mencapai 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl) bagi warga Jepang dinilai cukup ideal untuk mengamati Gerhana Matahari Total (GMT). Tak salah jika kebanyakan dari mereka menjatuhkan pilihan di lokasi ini pada 9 Maret mendatang.

Sekadar diketahui, matahari bagi warga Jepang menurut kepercayaannya adalah dewa, sehingga jika terjadi fenomena alam semacam gerhana, maka sulit baginya untuk tidak melakukan perburuan agar menjadi lebih paham tentang karakter matahari tersebut.

View yang membentang luas dari ketinggian dan menampilkan suasana kota di bawahnya dengan kemunculan Matahari di ufuk timur pada pagi sekitar pukul 07.27 Wita menurutnya cukup mengesankan untuk diabadikan.

Karena pilihan itu, panitia Sigi Sacred Festival yang dipadukan dengan pengamatan GMT tersebut berusaha mempersiapkan seluruh sarana pendukung agar pengamatan menjadi menyenangkan.

“Fokus kita sebenarnya adalah pada agenda seni ritual itu, tapi momentumnya bertetapatan dengan Gerhana Matahari Total, maka kita padukan. Yang ingin menyaksikan gerhana dipersilakan, tapi kalau juga ingin menikmati sajian seni ritual, monggo..” kata Franky Raden beberapa waktu sebelumnya.

Saat ini, sejumlah tenda untuk para tamu telah disiapkan termasuk sejumlah tetamu asing juga sudah berdatangan untuk acara tersebut. ‘Kita mengusahakan semuanya sudah siap hingga momentum itu tiba,” ujar Crack, salah seorang pelaksana.

Khusus untuk ritual seni yang difestivalkan, sejumlah pemain sudah berdatangan dan saat ini sedang mempersiapkan peralatan untuk tampil. Panitia juga sudah menyiapkan panggung untuk pertunjukan tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here